PSIM Jogja Siapkan Enam Pemain Akademi untuk League Cup
PSIM Jogja menyiapkan enam pemain EPA U-20 dan U-18 untuk League Cup 2026/2027 sekaligus memberi kesempatan kepada pemain minim menit bermain.
Rumah tak layak huni / Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menargetkan penanganan 438 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada tahun 2026. Langkah ini merupakan bentuk komitmen daerah dalam mendukung program nasional "3 Juta Rumah" yang digagas pemerintah pusat.
Jumlah tersebut merupakan sasaran sesuai kewenangan provinsi yang akan dilaksanakan di lima kabupaten/kota se-DIY. Penanganan ini didukung penuh oleh pendanaan dari APBD serta Dana Keistimewaan (Danais). Angka penanganan tahun ini tercatat meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
“Dalam rangka mendukung program 3 juta rumah dari pemerintah pusat, Pemda DIY pada 2026 akan melaksanakan penanganan RTLH sesuai kewenangan provinsi di kabupaten dan kota,” kata Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman DPUPESDM DIY, Kwaryantini Ampeyanti Putri (Ian), Rabu (14/1/2026).
Ian menjelaskan bahwa dari total 438 unit RTLH tersebut, pembiayaannya terbagi dalam beberapa skema. Sebanyak 97 unit bersumber dari APBD, 335 unit melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dana Keistimewaan, serta enam unit merupakan RTLH integrasi Dana Keistimewaan.
Untuk menyukseskan program ini, Pemda DIY telah menyiapkan alokasi anggaran yang cukup besar. “Anggaran yang disiapkan sekitar Rp24 miliar dan Rp64 miliar, yang terdiri dari kombinasi APBD murni dan Dana Keistimewaan,” jelas Ian.
Penanganan RTLH kewenangan provinsi ini tersebar merata di seluruh wilayah DIY dengan rincian sebagai berikut:
Sebagai perbandingan, pada tahun sebelumnya total RTLH yang berhasil direalisasikan adalah sebanyak 290 unit, termasuk tiga unit yang bersumber dari bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).
Pihaknya berharap peningkatan volume penanganan pada 2026 ini dapat berkontribusi langsung terhadap pengurangan angka kekurangan kebutuhan rumah (backlog) di Yogyakarta. Selain itu, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup dan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di wilayah DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja menyiapkan enam pemain EPA U-20 dan U-18 untuk League Cup 2026/2027 sekaligus memberi kesempatan kepada pemain minim menit bermain.
FSMR ISI Jogja mengembangkan ARTI untuk menghimpun, mengelola, melestarikan, dan menyebarluaskan karya seni digital dosen serta mahasiswa.
BPS mencatat IPM DIY 2026 mencapai 83,43 atau tumbuh 1,15%. Kota Jogja mencatat nilai tertinggi sebesar 90,28.
FIPGB menyoroti pembatasan gas oleh PGN yang dinilai membuat industri tak sepenuhnya menikmati harga LNG US$13 per MMBTU hingga akhir 2026.
Pemerintah menargetkan revisi keempat aturan DHE SDA rampung akhir November 2026, termasuk relaksasi konversi valas ke rupiah hingga 100%.
Gunung Semeru kembali erupsi pada Jumat sore dengan awan panas guguran sejauh 5 km ke arah tenggara. BPBD Lumajang memperketat pemantauan.