Advertisement
Sektor Perikanan Sleman Bergairah, Benih Ikan Jadi Andalan
Budi daya ikan air tawar. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Gairah budi daya perikanan di Sleman terus menguat, tercermin dari produksi benih ikan Sleman 2025 yang menembus 1,52 miliar ekor, melampaui capaian 2024 sebesar 1,47 miliar ekor, menurut Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman.
Staf Pelaksana Data Bidang Perikanan DP3 Sleman, Tony Lukito Triwibowo, menjelaskan data produksi benih dihimpun dari setiap Unit Pembenihan Rakyat (UPR) dan Balai Benih Ikan (BBI) di Bumi Sembada. Khusus UPR, total produksi mencapai 1,51 miliar ekor, sedangkan BBI menyumbang 17,03 juta ekor.
Advertisement
Ragam benih ikan yang diproduksi meliputi gurami, mas, nila, tawes, gabus, lele, bawal, dan jenis lainnya. Dari keseluruhan produksi, benih ikan nila dan lele masih mendominasi dengan angka masing-masing 911 juta ekor dan 605,98 juta ekor.
Jenis lainnya menyusul dengan volume lebih kecil, yakni benih ikan mas 3,93 juta ekor, gurami 2,1 juta ekor, gabus 4,54 juta ekor, bawal 221.400 ekor, tawes 43.500 ekor, serta kategori lainnya sebanyak 200 ekor.
BACA JUGA
Kepala UPT Pengembangan Budi Daya, Pengolahan, dan Pemasaran Perikanan DP3 Sleman, Minarni Listyowati, menyampaikan fokus pengembangan pada 2026 akan diarahkan pada benih ikan nila, lele, dan gurami.
“Tiga jenis ikan itu paling banyak permintaan dari pasar. Kalau melihat pengalaman tahun lalu, paling banyak permintaan benih masih dari Sleman,” kata Minarni dihubungi, Rabu (14/1/2026).
Minarni menambahkan, sebaran permintaan benih relatif merata di sekitar Kapanewon Pakem dan Ngemplak. Permintaan dari Godean dan Moyudan juga ada, meski tidak sebanyak wilayah lain. Ia memperkirakan permintaan benih pada 2026 tidak akan jauh berbeda dibandingkan 2025.
Plt. Kepala DP3 Sleman, Rofiq Andriyanto, menegaskan DP3 tetap mengembangkan sektor perikanan Sleman dari berbagai sisi, meski terjadi pemangkasan anggaran hingga 62% pada tahun anggaran 2026.
“Kami tentu terus mendorong peningkatan keterampilan dan pengetahuan kelompok pembudi daya ikan dalam mengadopsi dan mengimplementasikan CBIB [cara budi daya ikan yang baik] secara berkelanjutan,” kata Rofiq.
Rofiq menyebut modernisasi budi daya perikanan menjadi prioritas, antara lain melalui optimalisasi pakan mandiri, pemanfaatan bioflog dan kincir air, serta penyederhanaan persyaratan akses dana penguatan modal dari Pemkab.
Selain aspek kelembagaan dan sumber daya manusia, penguatan budaya budi daya juga menjadi perhatian. Menurutnya, pendampingan sektor perikanan oleh penyuluh perikanan harus terus dimaksimalkan, termasuk pemanfaatan optimal bantuan APBN 2025 berupa indukan ikan unggul, bioflog, kincir air, dan sarana lainnya.
“Terakhir, kami akan mengoptimalkan penanganan hama penyakit dan bencana hidrometeorologi melalui satgas pengendalian hama penyakit perikanan yang sudah dibentuk,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pemerintah Siapkan Perpres AI sebagai Payung Regulasi Nasional
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan, Jogja Perpanjang Siaga Bencana
- Peluang Gen Z di Era AI: Gig Economy, Literasi, dan Kebijakan
- DLH Gunungkidul Anggarkan Rp160 Juta untuk Pakan Monyet
- Hujan Angin Terjang Bantul, Puluhan Pohon Tumbang di 8 Wilayah
- Baru Ada 10 SPPG di Sleman Kantongi Sertifikat Laik Higiene
Advertisement
Advertisement




