Merasa Ditipu, Warga Magelang Polisikan Biro Jasa Umrah Ini

Ilustrasi ibadah haji dan umrah. - JIBI
30 Desember 2018 16:20 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Seorang warga Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah bernama Siti Rosida melaporkan pemilik biro umrah PT Amanah Mita Berkah (AMB), Yuli Astuti ke Polda DIY, Jumat (28/12/2018) lantaran merasa ditipu oleh biro yang berlokasi di Ngampilan, Jogja tersebut.

Siti mengatakan awalnya dia tertarik menggunakan jasa PT AMB karena dijanjikan bisa berangkat ke Tanah Suci pada awal Januari 2018. "PT AMB menawarkan pemberangkatan Januari, sedangkan biro lain Februari. Saya pilih PT AMB," ujar dia saat berkunjung ke Griya Harian Jogja, Jogja, Jumat (28/12).

Siti mengaku diminta segera melunasi pembayaran sebesar Rp35 juta untuk dua orang jemaah. Pembayaran ia lakukan di Magelang pada 16 Desember 2017.

Tak cukup di situ, Siti kemudian diminta menambah sejumlah uang untuk biaya handlingkargo dan biaya lainnya yang totalnya mencapai Rp50 juta. Namun, keberangkatan yang dijdadwalkan pada Januari itu pun diundur sampai Februari.

Awalnya ia tidak curiga dan menerima alasan dari PT AMB atas mundurnya pemberangkatan. Namun, jadwal keberangkatan kembali diundur. Pada saat itulah Siti curiga telah ia telah ditipu dan memutuskan untuk mencabut rencana pemberangkatan umrah melalui PT AMB. "Alasannya itu ada-ada saja. Katanya karena Allah SWT belum membukakan pintu. Awalnya ya saya percaya saja, tetapi, kok diundur terus, bahkan sampai Mei 2018," ucap dia.

Lantaran terus mundur, Siti pun lantas membatalkan keberangkatannya melalui PT AMB. “Padahal saya kan sudah bayar lunas. Akhirnya saya pindah pakai jasa agen lain dan berangkat pada November lalu. Sekarang saya minta agar uang dikembalikan [oleh PT AMB]. Namun sampai sekarang belum ada kejelasan kapan uang saya dikembalikan," kata dia.

Awalnya, kata Siti, dia tak ingin membawa masalah tersebut ke ranah hukum. Namun, lantaran tidak ada iktikad baik dari pihak PT AMB, dia pun terpaksa melapor Polda DIY untuk tindak pidana penipuan dan atau penggelapan.

Selain dirinya, sudah ada 18 calon jemaah yang juga melaporkan PT AMB ke polisi. Ia berharap, laporannya ini bisa menjadi pelajaran masyarakat untuk agar lebih berhati-hati ketika mendaftar umrah di sebuah biro umrah.

Yuli Astuti, Pemilik Biro Umrah PT AMB menjelaskan mundurnya pemberangkatan lantaran pembiayaan Siti ke Tanah Suci dilakukan dengan cara subsidi. “Kami sebenarnya tetap berniat memberangkatkan beliau [Siti Rosida], namun yang bersangkutan sudah mencabut rencana pemberangkan melalui biro kami. Kami tetap berupaya mengembalikan [uang milik Siti],” ucap dia.

Saat ini, kata Yuli, pihaknya tengah mengurus pencairan dana milik yang telah disetor Siti Rosida sedang diurus untuk pengembalian. Rencananya dalam beberapa hari ke depan dana itu akan cair. "Saya tanya ke Jakarta katanya sudah proses. Saya ini kan cuma pelaksana. Insyaallah 4 atau 5 Januari dana itu cair," ujar dia.

Memang, namaNama Yuli Astuti tak sekali ini kesandung masalah. Setahun lalu, Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) mendapatkan aduan dari sembilan orang yang merasa dipermainkan oleh PT AMB. Saat itu, para korban mengaku diiming-imingi oleh Yuli biaya umrah yang jauh lebih murah dari tarif standar.

Ketika itu, Yuli berkilah persoalan itu sejatinyaketerlambatan pemberangkatan disebabkan kesalahan darisalah satu rekanan PT AMB. Dia mengaku sembilan nama yang tercetak dalam tiket pesawat terbang ternyata berbeda dengan sembilan nama yang telah ia setorkan kepada biro jasa rekanannya tersebut.

Setahun kemudian, tepatnya pada Maret 2018, PT AMB kembali terjerat masalah yang sama. Bahkan, beberapa jemaah PT AMB minta bantuan hukum ke kantor Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Jogja. Mereka mengaku ikut mendaftar umrah melalui PT AMB setelah biro travel tersebut menawarkan subsidi Rp5 juta sampai Rp7 juta melalui brosur.