Malam Tahun Baru, Ada Pesta Kembang Api di Tebing Breksi

Ratusan pengunjung memadati kawasan Tebing Breksi, Minggu (30/12/2018) - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
30 Desember 2018 21:15 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Kawasan wisata Tebing Breksi dipadati pengunjung. Selama libur Natal hingga menjelang Tahun Baru 2019, objek wisata yang berlokasi di Desa sambirejo, Kecamatan Prambanan ini diserbu ribuan wisatawan. Saat malam pergantian tahun, pengelola Tebing Breksi bakal menerapkan sistem tiket dan menggelar pesta kembang api.

Pengelola Tebing Breksi, Eko Nursetiawan, mengatakan selama dua pekan terakhir terjadi lonjakan jumlah wisatawan yang datang ke Tebing Breksi. "Pada hari biasa jumlah wisatawan sekitar 1.000 orang. Saat libur Natal dan Tahun Baru 2019 jumlah wisatawan yang berkunjung melonjak rata-rata 10.000 wisatawan per hari," katanya saat ditemui Harian Jogja, Minggu (30/12/2018).

Berdasarkan laporan kunjungan di Tebing Breksi, kenaikan jumlah wisatawan saat libur Natal paling tinggi terjadi pada Minggu (23/12), dengan jumlah wisatawan yang berkunjung mencapai 13.646 wisatawan. Eko memperkirakan puncak kunjungan bakal terjadi pada malam pergantian tahun.

Selama libur Natal dan Tahun Baru, pengelola mempersiapkan berbagai acara serta peningkatkan pengamanan. "Kami mempersiapkan 15 petugas di jalan menuju Tebing Breksi, karena jalanan menanjak dan ketika ramai pengunjung jalan menjadi padat. Kami siapkan petugas pengganjal mobil yang tidak kuat menanjak," katanya.

Untuk menyemarakkan malam pergantian tahun pengelola menyiapkan sejumlah acara. Di Ampiteater Tebing Breksi bakal digelar pentas musik angklung, di Watutapa Camphill Tebing Breksi ada DJ Live Show.

"Kami juga menyiapkan pesta kembang api. Untuk keamanan kami menyiapkan sejumlah petugas di tiap sudut Tebing Breksi guna memantau jangan sampai kembang api dinyalakan sebelum waktunya, biar serempak," kata Eko.

Pengelola, menurut Eko, bakal menetapkan tiket masuk pada malam pergantian tahun. Sebelumnya pengunjung yang berkunjung ke Tebing Breksi cukup membayar parkir Rp2.000 untuk motor, dan Rp5.000 untuk mobil. Pada malam pergantian tahun, pengunjung dikenakan tarif tiket masuk Rp5.000 per orang untuk pengunjung lokal, dan Rp10.000 untuk pengunjung mancanegara.

Tebing Breksi mulai dibuka menjadi kawasan wisata pada 2015. Sebelumnya Tebing Breksi hanya berupa sebuah tebing yang digunakan untuk aktivitas penambangan. Menurut Eko, pengembangan Tebing Breksi kini diutamakan untuk kemajuan warga sekitar. "Seperti di foodcourt, sekarang dikelola oleh para penambang yang dulu menambang tebing breksi. PKL yang berdagang juga diisi oleh warga sekitar, termasuk petugas parkir dan keamanan, semuanya dari warga sekitar," kata Eko.

Salah satu pengunjung dari Kediri, Jawa Timur, Mulyadi, mengaku baru pertama kali berkunjung ke Tebing Breksi. "Kami berlibur bersama keluarga, kebetulan tujuannya ke Jogja, salah satunya ke Tebing Breksi," katanya, Minggu.