Jumlah Kecelakaan Laut Meningkat, Wisatawan Diminta Taati Imbauan

Kondisi Pantai Baron, Gunungkidul, Sabtu (11/8/2018). - Istimewa
03 Januari 2019 07:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jumlah kecelakaan laut di Pantai Gunungkidul selama 2018 mencapai ratusan kasus dan dinilai meningkat dibanding tahun sebelumnya. Sembilan di antaranya meninggal dunia.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Gunungkidul Marjono menjelaskan, pada 2018 terjadi 98 kasus kecelakaan laut dengan 128 orang terseret ombak di sejumlah pantai dengan korban jiwa dua orang dan satu orang hilang. Jumlah tersebut meningkat dibanding sebelumnya dengan jumlah 76 kasus dengan korban 118 dan berhasil diselamatkan 115 kasus dengan korban meninggal tiga orang.

“Jumlahnya meningkat. Penyebab rata-rata karena tidak mengindahkan sejumlah papan informasi termasuk di sekitar area berbahaya, dan tidak mendengarkan imbauan petugas. Nekat dan mengabaikan larangan untuk berenang di pantai,” ujar Marjono, Rabu (2/1/2018).

Selain itu keterbatasan personel dan peralatan yang ada tidak memadai untuk mengawasi 37 titik pantai yang menjadi wilayah Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Gunungkidul. Padahal setidaknya dalam satu kawasan pantai ada tiga personel. Selain itu peralatan evakuasi masih kurang dengan hanya ada dua kapal jukung, satu di antaranya sudah tidak layak. Faktor peningkatan kunjungan wisatawan juga menjadi pekerjaan lebih petugas.

Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Gunungkidul Surisdiyanto menambahkan, semakin banyaknya pantai baru yang dibuka membuat tugas personel bertambah. Ia pun berharap ada penambahan sarana prasarana pendukung untuk meningkatkan kinerja.

Suris mencontohkan, Pantai Sepanjang memiliki panjang garis pantai kurang lebih 600-an meter, dan hanya dijaga tiga orang. Sehingga dirasa tidak imbang. Ia juga berharap kepada para pengunjung untuk mematuhi rambu yang ada.

“Kalau liburan kunjungan wisatawan bisa mencapai 10.000 wisatawan dan hanya tiga yang berjaga. Kami mengimbau kadang malah di-bully gol, offside. Ada papan peringatan juga malah digunakan selfie,” ujarnya.

Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah I Gunungkidul Winarna mengungkapan diwilayahnya ada 10 kejadian dengan korban jiwa sebnayak tujuh orang dan satu orang hilang. “Selain jumlah itu, kami juga mengevakuasi satu jenazah yang berasal dari daerah lain,” katanya.

Winarna juga mengatakan minimnya jumlah personel, yang saat ini baru ada 20 orang dengan kapal jukung satu buah. Selain dibutuhkan tambahan personel juga dibutuhkan kapal jetski.