35 Anak di Gunungkidul Lolos Sekolah Rakyat 2026, Data Final Tunggu SK
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Sejumlah warga sedang mencari kepompong di kawasan hutan jati di Dusun Kepek, Ngawis, Karangmojo, Gunungkidul, beberapa waktu lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Awal musim hujan adalah hari-hari yang menyenangkan untuk warga Gunungkidul karena populasi ulat pohon jati meningkat pesat. Mereka berburu kepompong atau ungkrung untuk dijual maupun dimakan sendiri. Berikut laporan wartawan Harianjogja.com David Kurniawan.
Hutan jati di Dusun Kepek, Desa Ngawis, Karangmojo, meranggas karena daun jati habis dimakan ulat. Peristiwa tahunan ini adalah pemandangan menggembirakan karena penduduk setempat bakal punya kudapan gurih.
Setelah daun jati tandas, ulat akan bermetamorfosis menjadi kepompong, dalam istilah setempat disebut ungkrung, dan inilah waktu yang ditunggu-tunggu. Banyak warga masuk ke kawasan hutan jati untuk berburu kepompong.
Di jalan menuju objek wisata Gua Pindul, belasan motor diparkir di pinggir jalan. Para pemiliknya menyebar ke segala arah. Mereka memakai ranting pohon yang mengering untuk mencari ungkrung di bawah pohon jati yang daunnya habis dimakan ulat.
Ranting ini digaruk-garukan ke tanah karena di situlah kepompong berada. Kadang-kadang, bukan kepompong yang ditemukan, melainkan ulat. Orang-orang tetap mengambilnya karena mereka menganggap ulat yang telah turun dari pohon sebentar lagi akan berubah menjadi kempompong.
“Mubazir kalau dibuang,” kata seorang warga Seropan, Desa Bejiharjo, Ngatinah.
Dia sudah mencari ungkrung selama satu pekan. Saban hari, dia mengais tanah di hutan jati dari pukul 08.00 WIB hingga sore. Dalam sekali pencarian, dia bisa memperoleh kepompong hingga dua kilogram.
Dibandingkan dengan musim hujan sebelumnya, dia merasa ulat jati tahun ini lebih banyak sehingga pencariannya lebih mudah. “Sudah biasa warga mencari ungkrung di awal musim hujan,” kata dia.
Ungkrung yang sudah dikumpulkan akan dibersihkan untuk kemudian dijual. Setiap kilo kepompong ulat jati dihargai hingga Rp100.000. Namun jika ada campuran ulat, harganya lebih murah. “Kalau campuran paling hanya Rp80.000 per kilogram.”
Hasil berburu ungkrung dijadikan tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kami biasa bertani, tetapi untuk sementara mencari ungkrung dulu,” tutur Ngatinah.
Pekerjaan sampingan mencari ungkrung juga dilakukan Wanidin, penduduk Dusun Kepek, Desa Ngawis. Ungkrung banyak diburu, baik untuk dikonsumsi bersama sanak famili atau dijual. Kepompong ulat daun jati, menurut dia, gurih dan bisa jadi lauk pelengkap nasi.
Mencari ungkrung butuh kecermatan. Semakin teliti dalam mencari, hasil yang diperoleh akan semakin banyak. “Harus sabar dan teliti karena lokasi persembunyian kempompong ada di batu, dalam tanah atau di balik daun-daun yang mengering,” katanya.
Wanidin mengatakan banyak warga yang memisahkan kepompong dengan ulat. Kepompong bisa langsung dijual, tetapi ulat akan disimpan terlebih dahulu dalam wadah yang di dalamnya berisi tanah sehingga ulat gampang berubah menjadi kepompong.
“Ya harus dipelihara beberapa hari dan setelah jadi kepompong baru dijual,” imbuhnya.
Hal berbeda dilakukan oleh Sutinem, penduduk Desa Kemadang, Tanjungsari. Dia tak menjual ungkrung buruannya. “Kalau beli mahal sehingga mencari sendiri. Apalagi untuk saat ini, kepompong mudah dicari,” katanya.
Kepompong yang dia peroleh dicuci kemudian dimasak sesuai selera. “Dimasak bacem, tapi bagi yang alergi jangan memakannya karena bisa gatal-gatal.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
FBI sita 600+ drone ilegal di Piala Dunia 2026. Miami terbanyak, pelanggar ancam denda Rp1,6 M. Regulasi drone AS terancam diperketat.
Bansos PKH & BPNT tahap 3 (Juli-September) belum cair. Status penerima bisa berubah. Cek jadwal, nominal, dan cara cek NIK secara resmi di sini.
Prediksi Argentina vs Mesir di 16 besar Piala Dunia 2026: Messi vs Salah. Statistik tunjukkan Argentina lebih produktif, Mesir lebih kolektif.
Disdikpora Kota Jogja menegaskan SD dan SMP negeri dilarang memungut biaya serta menjual seragam. Siswa baru boleh memakai seragam SD hingga tiga bulan.
Pakar UII Teduh Dirgahayu menegaskan AI membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak dapat menggantikan peran wartawan dalam verifikasi dan keputusan editorial.