Mobil Dinasnya Disita, Ketua DPC Gerindra Gunungkidul Ngadiyono Santai

Foto ilustrasi. - Bisnis Indonesia
06 Januari 2019 19:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Ngadiyono yang sedang tersandung masalah dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman, tidak ambil pusing terkait mobil miliknya yang disita, beberapa waktu lalu.

“Kita taati aturan yang ada. Mboten nopo-nopo nggo bukti [tidak apa-apa untuk bukti]. Biar proses berjalan,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Gunungkidul itu, Minggu (6/1/2019).

Meski begitu dia membantah kronologi penyitaan mobil dinasnya. Dia mengatakan mengantarkan sendiri ke Polres Sleman. “Ketemu janjian di Pom bensin Kalasan, Sleman. Ko nekwes rampung baleke, rasah dipikir abot-abot [Nanti kalau sudah selesai dikembalikan jangan dipikir berat-berat],” ucap Ngadiyono.

Terpisah Anggota DPC Gerindra Gunungkidul, Purwanto mengungkapkan kabar penyitaan tersebut tidak berpengaruh pada kinerja koleganya di Gerindra tersebut. Ngadiyono tetap beraktifitas seperti biasa untuk kesiapan Pemilu 2019, mau pekerjaannya di dewan.

“Apa yang dipermasalahkan Bawaslu, sudah direspons dengan baik oleh beliau [Ngadiyono]. Kita ikuti saja seperti apa mekanisme di Bawaslu,” ujar Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul itu.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul Saptoyo mengatakan penggunaan mobil dinas sudah ada aturannya. Menurutnya biar diproses sesuai aturan yang ada melanggar atau tidaknya.

“Hikmahnya sebagai pelajaran untuk lebih berhati-hati,” ujar Saptoyo.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Gunungkidul, Agus Hartadi mengungkapkan belum mendapat laporan secara resmi perihal penyitaan tersebut. Ia juga mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait permasalahan ini.

Sebelumnya sendiri diketahui Ngadiyono kedapatan membawa mobil dinas saat menghadiri kampanye Calon Presiden Nomor urut dua, Prabowo Subianto di Hotel Prima SR, Sleman pada 28 November 2018.