Baru Tahu Senin Pagi, Sri Sultan X Serahkan Penanganan Kebakaran Taman Parkir Senopati ke Pemkot Jogja

Kebakaran terjadi di Taman Parkir Senopati, Jalan Senopati, Kelurahan Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Jogja, Minggu (6/1/2019) malam. - Harian Jogja/Desi Suryanto
07 Januari 2019 15:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kota Jogja terkait penanganan pasca-terjadinya kebakaran di Taman Parkir Senopati terutama bagi pedagang yang kiosnya terbakar.

Sultan menceritakan ia baru mengetahui Senin (7/1/2019) pagi terkait peristiwa kebakaran yang terjadi di Taman Parkir Senopati meski kejadian berlangsung pada Minggu (6/1/2019) malam. "Aku ra ngerti, malah ngerti mau esuk, ra ono wong telpon [Saya baru tahu tadi pagi, tidak ada yang menghubungi]. Yang sebelah mana itu? dekat BI [Bank Indonesia], yang warung-warung kidul ndalan [selatan Jalan Senopati] itu," di Kepatihan, Senin (7/1/2019).

Sebelumnya kebakaran terjadi di Taman Parkir Senopati, Jalan Senopati, Kelurahan Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Jogja, Minggu (6/1/2019) malam. Sebanyak 35 kios milik pedagang yang sehari-hari berjualan pakaian hingga oleh-oleh makanan khas Jogja ludes terbakar. Api juga melalap sebuah mobil serta sepeda motor yang terparkir di kawasan itu. Kerugian diperkirakan mencapai Rp1,9 miliar.

Sultan menambahkan pihaknya belum bertemu dengan Wali Kota Jogja terkait penanganan para korban pemilik kios yang jumlahnya mencapai 35 kios itu. Sehingga belum mengetahui kemungkinan penanganan, apakah dibangun kembali kios yang terbakar atau diberikan ganti rugi kepada para korban dan berbagai kemungkinan penanganan bentuk lainnya.

Karena penanganan menjadi wewenang Pemkot Jogja, Sultan menyerahkan sepenuhnya kepada Wali Kota Jogja. Pemda DIY tak ingin mencampuri penanganan itu kecuali jika dimintai bantuan oleh pihak Pemkot Jogja.

"Saya belum bertemu dengan pak walikota, mau diapakan, mau dibangun kembali, ganti rugi atau apa saya belum tahu persis. Itu wewenang kota, saya perlu tanya pak wali karepe opo. Itu wewenang kota, saya nggak mau mencampuri kecuali kalau diminta bantuan," ujar HB X.