Advertisement
Program Cetak Cawah Baru, Pembangunan Saluran Irigasi Jadi Prioritas
Ilustrasi - pompa air untuk irigasi sawah.JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pembangunan jaringan irigasi menjadi salah satu prioritas program Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo. Nantinya irigasi ini untuk mengairi lahan persawahan baru yang dicetak sejak 2016 guna mengantisipasi alih fungsi lahan akibat pembangunan New Yogyakarta International Airpor (NYIA) di Kecamatan Temon.
Kepala DPUPKP Kulonprogo, Gusdi Hartono, menjelaskan dampak jangka panjang dari NYIA mengakibatkan alih fungsi lahan di sekitar bandara. Lahan produktif itu disulap menjadi permukiman dan sentra bisnis UMKM.
Advertisement
"Sebelum pembangunan bandara Pemkab berupaya merencanakan mengganti lahan pertanian terdampak pembangunan dengan mencetak lahan pertanian baru dan tugas kami bagaimana membangun infrastruktur irigasi karena merupakan kebutuhan utama dalam cetak sawah," kata Gusdi, Senin (7/1/2019).
Kasi Konservasi Sumber Daya Air DPUPKP Kulonprogo, Kuntarso, memaparkan tahap awal pembangunan daerah irigasi telah dimulai 2004 dengan membangun Bendung Tawang dan saluran primer sepanjang 2,4 kilometer. Dari langkah itu DPUPKP berhasil mencetak sawah baru seluas 80 hektare. "Untuk mengantisipasi alih fungsi lahan persawahan akibat pembangunan NYIA, pembangunan itu dilanjutkan kembali pada 2016 yang direncanakan akan selesai tahun ini," ucapnya.
Pembangunan yang dilakukan pada 2016 berhasil mencetak sawah baru seluas 25 hektare. Pembangunan tahap dua dilakukan pada 2017 dengan hasil cetak sawah baru seluas 90 hektare.
Kuntarso mengungkapkan respons warga dan petani penggarap di daerah setempat sangat bagus, sehingga pembangunan kembali dilanjutkan pada 2018 dan berhasil mencetak sawah baru seluas 60 hektare. Untuk tahun ini DPUPKP melanjutkan pembangunan tahap akhir dengan harapan dapat mencetak sawah baru seluas 145 hektare.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Bambang Tri Budi, mengatakan pembangunan irigasi menjadi faktor penting dalam upaya program cetak sawah baru. Sebab potensi cetak sawah baru tak bisa terealisasi jika terkendala jaringan irigasi dan ketersediaan sumber air. Dia mencontohkan di Kecamatan Samigaluh terdapat potensi cetak sawah baru seluas satu sampai dua hektare. Namun sumber airnya sulit, sehingga solusinya dibuat embung. "Kalau dengan irigasi lebih mudah karena pengairan lebih lancar," kata Bambang.
Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo kini mengencarkan program cetak sawah baru seluas 274 hektare yang dilakukan secara bertahap mulai 2017 sampai 2022. Pada 2017 sawah yang dicetak seluas 70 hektare, 2018 seluas 45 hektare dan 2019 seluas 50 hektare. Kemudian pada 2020 menarget 44 hektare, 2021 sebesar 40 hektare, dan 2022 sekitar 25 hektar.
Bambang optimistis program cetak sawah baru bisa berjalan lancar karena potensi lahan cukup luas yakni sekitar 300 hektare sampai 350 hektare. Salah satu lahan yang potensial ada di Desa Sidomulyo seluas 50 hektare dan Desa Donomulyo 54 hektare.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dua Prajurit Masih Dirawat, KSAD Ungkap Situasi Terkini Lebanon
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement








