Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
foto ilustrasi (JIBI/Solopos)
Harianjogja.com, JOGJA--Jogja ditarget bebas kawasan kumuh tahun ini. Hingga kini di wilayah Jogja masih tersisa sekitar 50,97 hektare kawasan kumuh.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Jogja Tri Agus Haryono mengaku telah menyiapkan sejumlah program untuk mencapai target nol kawasan kumuh di Jogja. Dia optimistis target tersebut bisa diwujudkan tahun ini.
"Kami sudah siapkan kegiatan-kegiatan untuk menata kawasan kumuh sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah,” katanya, Sabtu (12/1).
Dia menyebutkan sejumlah wilayah yang menjadi sasaran penanganan kawasan kumuh selama 2019. Di antaranya kawasan yang berada di bantaran Sungai Gajah Wong, seperti Muja-Muju dan Giwangan.
Kawasan lain yang jadi sasaran program, ada di Pringgokusuman, Ngampilan dan Pakuncen. Ketiganya berada di wilayah bantaran Sungai Winongo. "Untuk kawasan di sekitar Sungai Code, yang kami sasar di wilayah Klitren dan Purwokinanti," katanya.
Menurut Agus, tidak semua sasaran program penanganan kawasan kumuh dimulai sejak awal. Sebab di beberapa kelurahan hanya meneruskan program yang sudah berjalan tahun sebelumnya. Misalnya di Muja-Muju, pihaknya hanya melanjutkan program penataan bantaran sungai yang belum selesai.
"Penanganan kawasan kumuh ini dibiayai dengan APBD Jogja, dana dari Pemda DIY dan juga Pemerintah Pusat," kata Agus.
Salah satu program penanganan kawasan kumuh yang akan dilakukan adalah Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang menyasar 15 kelurahan, namun dimungkinkan masih bisa dilakukan penambahan lokasi sasaran. "Jumlah kelurahan sasaran yang akan memperoleh bantuan dana investasi (BDI) pada tahun ini dimungkinkan berkurang karena kawasan kumuh di beberapa kelurahan sudah bisa ditangani,” katanya.
Selain itu, pada tahun ini juga akan dilaksanakan penataan permukiman kumuh skala kawasan menggunakan dana APBN sehingga diharapkan dapat mempercepat penanganan kawasan kumuh di Kota Jogja. “Besaran alokasi dana yang akan dikucurkan akan dibahas, tetapi bisa mencapai puluhan miliar rupiah,” kata Kepala Seksi Pengawasan Bangunan DPUPKP Kota Jogja Yunita Rahmi Hapsari.
Berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Jogja No.216/2016, luas kawasan kumuh di Kota Jogja mencapai 264,9 hektare. Luas kawasan kumuh tersebut berkurang setelah pada 2017, Pemkot melakukan penanganan seluas 79 hektare dari target awal 40 hektar. Pada 2018 kawasan kumuh yang ditangani mencapai 40,82 hektare. Tahun ini, kata dia, ditargetkan tidak ada lagi kawasan kumuh di Jogja.
“Kecamatan dengan sisa kawasan kumuh paling luas yang harus ditangani berada di Jetis, yaitu mencapai 9,94 hektare. Sebelumnya kawasan kumuh terluas ada di Umbulharjo sekarang tinggal 8,78 hektare saja," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Piala Raja HB X 2026 dibuka di UGM. Tahun depan, ajang ini ditargetkan menghadirkan peserta luar negeri untuk meningkatkan persaingan.
Widow’s Bay memenangkan Serial Komedi Terbaik Emmy 2026 dan total meraih 14 piala setelah sebelumnya menang delapan kali di Creative Arts Emmys.
Tujuh tim masih sempurna di liga elite Eropa 2026/2027. Ada Barcelona, Arsenal, Man City, Inter, Roma, Dortmund, dan Freiburg.
iOS 27 resmi rilis. Cek daftar iPhone yang kebagian, fitur Siri AI, Apple Intelligence, cara instal, dan perbedaan dukungan tiap model.
Simak syarat dan cara mendapatkan bantuan hukum gratis bagi masyarakat kurang mampu, mulai KTP, bukti miskin hingga pengajuan ke LBH.