Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Gunungkidul Kerahkan 120 Petugas
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Ilustrasi Ujian Nasional SD
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini akan dimajukan. Kebijakan ini dibuat Pemerintah Pusat karena pelaksanaan hampir bersamaan dengan penyelenggaraan Pemilu 2019.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan jajarannya sudah mendapatkan informasi terkait dengan rencana memajukan jadwal UN lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, secara resmi kebijakan tersebut belum ada karena hingga Selasa (15/1/2019) belum ada instruksi langsung dari Pusat. “Surat resminya belum ada, tetapi jika mengacu informasi yang berkembang ujian akan dimajukan sebulan,” kata Bahron kepada wartawan, Selasa.
Menurut dia hingga saat ini jajarannya masih menunggu surat resmi berkaitan dengan jadwal UN yang baru. Jika mengacu pada pelaksanaan ujian tahun lalu, ujian dilaksankaan pada akhir April. Namun untuk tahun ini ujian maju satu bulan tepatnya pada akhir Maret 2019.
Dikatakan Bahron, secara prinsip jajarannya tidak mempermasalahkan kebijakan tersebut karena persiapan ujian nasional telah dilakukan. Terlebih, kata dia, pelaksanaan tidak berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni dengan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). “Yang berubah hanya waktu pelaksanaan. Sedangkan model ujian tetap sama yakni dengan model komputer,” katanya.
Kepala SMP Negeri 1 Saptosari, Suyanto, mengakui hingga saat ini belum mendapatkan petunjuk teknis UN di 2019. Menurut dia juknis tersebut dijadikan pedoman untuk pelaksanaan ujian. “Kami masih menunggu petunjuk teknisnya,” katanya. Meski demikian, Yanto mengaku telah melakukan persiapan untuk ujian. Selain menyiapkan perlengkapan komputer untuk ujian, kesiapan para siswa menghadapi ujian juga telah disiapkan.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala SMP Negeri 3 Wonosari, Mulyadi. Menurut dia, jajarannya sudah mempersiapkan pelaksanaan ujian di tahun ini. Salah satunya memepersiapkan para siswa dengan memberikan tambahan jam belajar. “Jam belajar diberikan untuk melatih siswa agar siap menghadapi ujian,” katanya.
Menurut dia persiapan tidak hanya untuk menghadapi UN, tetapi juga pelaksanaan ujian sekolah. Ia menjelaskan pelaksanaan ujian sekolah sangat penting karena berperan besar untuk kelulusan siswa. “Semua terus kami persiapkan dan mudah-mudahan hasilnya dapat maksimal,” kata Mulyadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.