Tabrakan Beruntun Depan Terminal Dhaksinarga, Satu Tewas
Kecelakaan beruntun melibatkan tiga sepeda motor dan satu mobil di depan Terminal Dhaksinarga Wonosari menewaskan seorang pemotor berusia 18 tahun.
Ilustrasi Ujian Nasional SD
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini akan dimajukan. Kebijakan ini dibuat Pemerintah Pusat karena pelaksanaan hampir bersamaan dengan penyelenggaraan Pemilu 2019.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan jajarannya sudah mendapatkan informasi terkait dengan rencana memajukan jadwal UN lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, secara resmi kebijakan tersebut belum ada karena hingga Selasa (15/1/2019) belum ada instruksi langsung dari Pusat. “Surat resminya belum ada, tetapi jika mengacu informasi yang berkembang ujian akan dimajukan sebulan,” kata Bahron kepada wartawan, Selasa.
Menurut dia hingga saat ini jajarannya masih menunggu surat resmi berkaitan dengan jadwal UN yang baru. Jika mengacu pada pelaksanaan ujian tahun lalu, ujian dilaksankaan pada akhir April. Namun untuk tahun ini ujian maju satu bulan tepatnya pada akhir Maret 2019.
Dikatakan Bahron, secara prinsip jajarannya tidak mempermasalahkan kebijakan tersebut karena persiapan ujian nasional telah dilakukan. Terlebih, kata dia, pelaksanaan tidak berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni dengan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). “Yang berubah hanya waktu pelaksanaan. Sedangkan model ujian tetap sama yakni dengan model komputer,” katanya.
Kepala SMP Negeri 1 Saptosari, Suyanto, mengakui hingga saat ini belum mendapatkan petunjuk teknis UN di 2019. Menurut dia juknis tersebut dijadikan pedoman untuk pelaksanaan ujian. “Kami masih menunggu petunjuk teknisnya,” katanya. Meski demikian, Yanto mengaku telah melakukan persiapan untuk ujian. Selain menyiapkan perlengkapan komputer untuk ujian, kesiapan para siswa menghadapi ujian juga telah disiapkan.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala SMP Negeri 3 Wonosari, Mulyadi. Menurut dia, jajarannya sudah mempersiapkan pelaksanaan ujian di tahun ini. Salah satunya memepersiapkan para siswa dengan memberikan tambahan jam belajar. “Jam belajar diberikan untuk melatih siswa agar siap menghadapi ujian,” katanya.
Menurut dia persiapan tidak hanya untuk menghadapi UN, tetapi juga pelaksanaan ujian sekolah. Ia menjelaskan pelaksanaan ujian sekolah sangat penting karena berperan besar untuk kelulusan siswa. “Semua terus kami persiapkan dan mudah-mudahan hasilnya dapat maksimal,” kata Mulyadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kecelakaan beruntun melibatkan tiga sepeda motor dan satu mobil di depan Terminal Dhaksinarga Wonosari menewaskan seorang pemotor berusia 18 tahun.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.
Veddriq Leonardo optimistis meraih medali emas Asian Games 2026 di Jepang. Persiapan difokuskan pada teknik, fisik, dan mental.
Polisi mengekshumasi jasad korban pengeroyokan di Tabanan untuk memastikan penyebab kematian. Lima warga telah ditetapkan sebagai tersangka.