Ribuan Rumah akan Dipasangi Meteran Listrik Baru

Ilustrasi jaringan PLN - Bisnis/Paulus Tandi Bone
18 Januari 2019 07:17 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Puluhan ribu rumah tangga miskin di wilayah DIY disinyalir tidak memiliki meteran listrik sendiri. Tahun ini, Pemda DIY mengupayakan pemasangan instalasi listrik kepada sebanyak 3.496 rumah tangga miskin.

Kepala Seksi Energi Bidang ESDM Dinas PUP ESDM DIY, M Yunan mengatakan program itu sudah dilakukan sejak tiga tahun silam. Pada 2018 lalu, dari rencana pemasangan sebanyak 3.034 sambungan rumah tangga (SR) yang bisa terealisasi hanya 2.729 SR. Data pemasangan instalasi listrik di setiap SR ini mengacu pada data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) 2015. "Sebelum dipasang, kami lakukan verifikasi lapangan karena ini data 2015. Jadi perlu diverifikasi. Siapa tahu ada perubahan," katanya, Kamis (17/1).

Ia menyontohkan, pada verifikasi yang dilakukan pada 2018 dari 3.034 rumah tangga sasaran, yang terverifikasi hanya 408 SR. Seluruh penerima program tercatat ada yang sudah memiliki meteran listrik sendiri, pindah alamat dan lainnya. "Kemudian kami carikan data pengganti kemudian melakukan verifikasi lagi di lapangan sesuai data TNP2K. Tidak bisa diganti dengan data di luar TNP2K karena langsung terkoneksi dengan data milik PLN," katanya.

Yunan menjelaskan, rumah tangga miskin penerima program tersebut tersebar di 15 kecamatan yang masuk dalam kategori miskin. Pada 2019 ini, jumlah penerima program yang akan diverifikasi sebanyak 3.496 SR. Adapun jumlah total KK miskin di DIY yang hanya menyalur aliran listrik sekitar 38.000 KK. Mereka belum memiliki meteran listrik tetapi tetap bisa menikmati listrik. Dia membantah masih ada penduduk di DIY yang tidak pernah menikmati listrik. Terkecuali, bangunan tersebut memang baru dibangun.

"Mereka bukan tidak memiliki listrik, tapi mengalir listrik ke tetangganya. Bukan tidak memiliki listrik, tahun lalu sudah kami pastikan seluruh rumah tangga di DIY menikmati listrik," katanya.

Penyaluran listrik yang dilakukan oleh KK miskin tersebut juga dinilai tidak standar. Karena menyalurkan tidak memenuhi syarat penggunaan meteran listrik sehingga perlu dibenahi. Dikhawatirkan, berdampak pada potensi munculnya kasus kebakaran. "Menyalur bukan sesuatu yang baik, tidak standar. Secara teknis sambungan kabelnya tidak standar, tegangannya tidak memenuhi keselamatan ketenagalistrikan, kualitas listriknya tidak baik," katanya.

Biaya pemasangan instalasi listrik baru kepada keluarga miskin itu hanya berdaya 450 watt. Selain penyambungan, Pemda juga memberikan tiga titik lampu dan satu stopkontak serta pulsa listrik Rp25.000. "Biaya total yang kami anggaran sekitar Rp1,3 juta untuk satu SR. Kalau 3.496 SR tinggal dikalikan saja anggaran dananya," kata Yunan.

Manajer PT PLN Area Jogja, Eric Rossi Priyo Nugroho mengungkapkan selama 2019 pihaknya berencana melakukan proses penyambungan listrik bagi pelanggan baru sebanyak 60.000 rumah. Jumlah tersebut dengan asumsi kenaikan 10% dibanding pencapaian tahun 2018 sebesar 54.000 pelanggan.

"Tahun 2019 ini PLN juga mempunyai tanggung jawab untuk membantu masyarakat yang belum mempunyai listrik sendiri (nunut ke tetangga dan saudara atau orangtua, anak, dsb). Sementara di DIY kurang lebih masih ada 38.508 masyarakat tersebut," katanya.

Untuk kegiatan penyambungan, lanjut Eric, tetap dilaksanakan oleh unit pelaksana pelayanan pelanggan di Jogja. Jika Pemda DIY tetap melakukan pemasangan listrik bagi 3.496 KK miskin, Eric menilai hal itu diharapkan bisa lebih mempercepat penambahan jumlah KK miskin yang memiliki meteran listrik sendiri. "PLN Pusat mengkoordinasi dengan sinergi BUMN lain dan pemerintah, sebagai tanggung jawab bersama agar semua masyarakat bisa menikmati listrik sendiri," katanya.