Kota Jogja Tambah 12 Kampung Ramah Anak di 2019

Sejumah anggota Bhayangkari dan anak-anak berada di ruang ramah anak Mapolres Kulonprogo, Rabu (31/10 - 2018). Ist
20 Januari 2019 19:17 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Jogja akan membentuk 12 Kampung Ramah Anak (KRA) pada 2019. Kepala DP3A Kota Jogja, Edy Muhammad mengatakan, KRA tersebut nantinya akan menambah KRA di Kota Jogja yang saat ini berjumlah 180 KRA.

Selain 12 KRA, DP3A juga akan membentuk 12 Dekelana (Kelurahan Ramah Anak), yang juga akan menambah jumlah Dekelana Kota Jogja yang sudah sebanyak 26 Dekelana.

Selain meningkatkan kuantitas, Pemkot juga akan menjaga kualitas KRA yang sudah ada. Agar mereka bisa mempertahankan bahkan menambah pencapaian indikator KRA. "Kami juga ingin menggerakkan penguatan di wilayah. Berbasis konsep sinergi dengan kelembagaan LPMK. Karena selama ini masih ada missing link," kata dia, Jumat (18/1/2019).

Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3A Kota Jogja, Fatma Rosyati mengungkapkan, DP3A juga menyoroti komitmen dari pengurus KRA. Nantinya, kampung yang dibentuk menjadi KRA adalah kampung yang sudah memiliki komitmen dan inisiasi membentuk KRA. Biasanya, mereka akan mengusulkan pembentukannya ke Pemkot. Pemkot mengakui, sejumlah kampung bahkan bisa membentuk KRA secara mandiri.

"Selain pembentukan juga ada pendampingan," ujarnya.

Fatma menambahkan, adanya komitmen penting dalam pembentukan KRA, karena dapat mendukung keberlanjutan KRA. Terutama lagi, dalam upaya pemenuhan hak anak. KRA di Kota Jogja mulai dibentuk berbasis Rukun Warga. Diperkirakan, dalam satu kelurahan ada tiga sampai empat KRA.

"Tapi sekitar sepertiganya tidak aktif. Alasannya, ada yang karena pergantian pengurus. Pengurus lama aktif, tapi yang baru kurang aktif," ucapnya.