11.000 Penerima Bansos Dicoret karena Judi Online
Mensos Gus Ipul menyebut lebih dari 11.000 penerima bansos dicoret karena terindikasi terlibat judi online pada 2026.
Ilustrasi PPDB./JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo masih mempelajari berbagai regulasi terkait dengan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019.
Diperkirakan sistem zonasi masih tetap diterapkan sehingga diharapkan pelaksanaan PPDB online dengan sistem zonasi tidak lagi kacau seperti tahun lalu.
Kepala Disdikpora Kulonprogo Sumarsana mengungkapan Disdikpora belum bisa memberikan keterangan terkait dengan kapan pelaksanaan PPDB tahun ini dimulai. “Terlebih dahulu rakor [rapat koordinasi] dengan Disdikpora DIY serta kabupaten kota lainnya,” ujarnya kepada Harian Jogja, Jumat (18/1/2019).
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikpora Kulonprogo Suharyono memaparkan kantornya masih menunggu kejelasan kebijakan terbaru terkait dengan pelaksanaan PPDB berdasarkan Permendikbud tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2019/2020.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemuda Kulon Progo diajak menyumbangkan gagasan dan inovasi untuk membangun daerah serta menyongsong Indonesia Emas 2045.
DPRD Sleman mendorong Karang Taruna menghadirkan program berkelanjutan untuk menangani persoalan sosial, mengembangkan pemuda, dan meningkatkan kesejahteraan wa
Kericuhan pecah di Malioboro usai demo pada Rabu petang. Massa dan polisi saling melempar benda, sementara wisatawan diimbau menghindar.
Omzet IKM Kota Jogja mencapai Rp4.018 triliun dan menyerap 40.905 tenaga kerja. Pelaku usaha masih menghadapi kendala bahan baku, modal, dan pasar.
Wabup Kulon Progo Ambar Purwoko mendorong siswa Sekolah Rakyat di Lendah tekun belajar, percaya diri, dan berani menjadi pemimpin.