BP Tapera Tebar Rp8,83 Triliun Buat Pejuang KPR, Ini Realisasinya
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Ilustrasi PPDB./JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo masih mempelajari berbagai regulasi terkait dengan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019.
Diperkirakan sistem zonasi masih tetap diterapkan sehingga diharapkan pelaksanaan PPDB online dengan sistem zonasi tidak lagi kacau seperti tahun lalu.
Kepala Disdikpora Kulonprogo Sumarsana mengungkapan Disdikpora belum bisa memberikan keterangan terkait dengan kapan pelaksanaan PPDB tahun ini dimulai. “Terlebih dahulu rakor [rapat koordinasi] dengan Disdikpora DIY serta kabupaten kota lainnya,” ujarnya kepada Harian Jogja, Jumat (18/1/2019).
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikpora Kulonprogo Suharyono memaparkan kantornya masih menunggu kejelasan kebijakan terbaru terkait dengan pelaksanaan PPDB berdasarkan Permendikbud tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2019/2020.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
PWM DIY meluncurkan instrumen KPI sekolah Muhammadiyah dan menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan Singapura untuk peningkatan mutu.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menargetkan penyelesaian sekitar 900 berkas permohonan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang hingga kini masih mengantre. Pemkot
Jemaah haji Kulonprogo tiba di tanah air melalui YIA. Satu jemaah wafat di Arab Saudi, dua lainnya masih menjalani perawatan.
Profesor Hari Purnomo resmi dilantik sebagai Rektor UII dan menegaskan komitmen memperkuat mutu akademik, riset, serta tata kelola kampus.
Lurah Condongcatur jadi tersangka kasus dugaan korupsi sewa Tanah Kas Desa tanpa izin, kerugian negara capai Rp1 miliar.