PAD Wisata Gunungkidul Melejit, Dewan Minta Target Dinaikkan
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Sejumlah siswa tengah berlarian di lingkungan SD Negeri Gading Asri yang bersebelahan langsung dengan proyek pelebaran jalur alternatif Ngalang-Gading di Desa Gading, Kecamatan Playen, Jumat (5/10/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pemkab Gunungkidul optimistis pembebasan lahan untuk pembangunan jalur alternatif Gunungkidul-Sleman di titik Ngalang-Tawang selesai tepat waktu. Hal ini terlihat dari proses pembebasan yang tinggal menunggu izin penetapan lokasi (IPL) dari Gubernur DIY.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Gunungkidul, Winaryo, mengatakan proses pembebasan lahan untuk lanjutan pembangunan jalur alternatif Gunungkidul-Sleman segera dimulai. Menurut dia, beberapa tahapan pembebasan sudah dilaksanakan mulai dari pembentukan panitia persiapan pembebasan hingga sosialisasi ke masyarakat. “Tahap perencanaan sudah dan saat ini memasuki tahap persiapan untuk pembebasan,” kata Winaryo kepada Harian Jogja, Rabu (23/1/2019).
Dia tidak menampik proses pembebasan lahan masih membutuhkan waktu yang panjang. Untuk pelaksanaannya, di tahap awal harus mendapatkan IPL dari Pemda DIY yang ditandatangani oleh Gubernur DIY. “Dalam tahapan ini sudah kami proses hingga ke Pemda DIY sehingga tinggal menunggu keputusan penetapan IPL,” katanya.
Menurut Winaryo, apabila IPL telah didapatkan, tim langsung mengumumkan rencana pembebasan. Selanjutnya, dokumen pembebasan diserahkan Kantor Wilayah BPN DIY untuk pelaksanaan pembebasan. “Sesuai dengan aturan pemerintah, pembebasan lahan di atas lima hektare pelaksanaannya dilakukan oleh kanwil BPN di tingkat provinsi. Sedangkan untuk tim di tingkat kabupaten hanya bertugas membantu dalam perencanaan dan persiapan pembebasan,” katanya.
Lebih jauh dikatakan Winaryo, pembebasan lahan untuk ruas Ngalang-Tawang sepanjang 9,6 kilometer diperkirakan membutuhkan luas lahan mencapai 24,5 hektare. Rencananya ruas jalan ini melintasi enam desa meliputi Ngalang di Kecamatan Gedangsari, Nglegi, Bunder, Putat, Nglanggeran dan Ngoro-oro di Kecamatan Patuk. “Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan pada Agustus mendatang pembebasan lahan selesai dilaksanakan,” katanya.
Anggota DPRD Gunungkidul, Anton Supriyadi, berharap Pemkab segera menyelesaikan tahapan pembebasan lahan untuk lanjutan pembangunan jalur alternatif Sleman-Gunungkidul. Menurut dia, di dalam kegiatan ini Pemkab hanya memfasilitasi karena alokasi anggaran pembebasan sudah ditanggung Pemda DIY melalui Dana Keistimewaan DIY. “Jadi harus cepat karena ini menyangkut proses pembangunan. Apalagi Sri Sultan HB X [Gubernur DIY] sudah berkomitmen untuk merealisasikan pembangunan jalur alternatif ini,” kata Anton.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY, Bambang Sugaib, mengatakan untuk pembangunan ruas jalan Ngalang-Tawang membutuhkan anggaran sekitar Rp280 miliar. Namun demikian untuk pembangunan masih menunggu kelarnya pembebasan lahan yang masih diproses oleh Pemkab Gunungkidul. “Intinya sudah siap. Pada saat lahan sudah dibebaskan, kami siap untuk membangunnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Kemenag Sleman memetakan 1.039 lokasi Salat Iduladha 2026. Ngemplak terbanyak, Moyudan jadi wilayah dengan jemaah terpadat.
Bank Jateng dukung Rakernas ADPLK 2026 untuk memperkuat industri DPLK yang modern, inovatif, dan berintegritas.
Sapi kurban Presiden Prabowo dikirim ke Pulau Laut Natuna lewat perjalanan laut penuh tantangan demi warga perbatasan Indonesia.
Kasus Little Aresha memasuki babak baru setelah Polresta Jogja menambah pasal UU Sisdiknas dan memeriksa 152 saksi.
Sekolah Rakyat Prabowo resmi beroperasi di 166 lokasi. Sebanyak 15.945 siswa menikmati pendidikan gratis berbasis asrama.