Jembatan Garuda Rejosari Dibangun, Warga Tak Lagi Bergantung Crossway
Pembangunan Jembatan Garuda di atas Kali Oya, Rejosari, Semin, disambut antusias warga karena mempermudah akses dan lebih aman saat musim hujan.
Sejumlah siswa tengah berlarian di lingkungan SD Negeri Gading Asri yang bersebelahan langsung dengan proyek pelebaran jalur alternatif Ngalang-Gading di Desa Gading, Kecamatan Playen, Jumat (5/10/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pemkab Gunungkidul optimistis pembebasan lahan untuk pembangunan jalur alternatif Gunungkidul-Sleman di titik Ngalang-Tawang selesai tepat waktu. Hal ini terlihat dari proses pembebasan yang tinggal menunggu izin penetapan lokasi (IPL) dari Gubernur DIY.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Gunungkidul, Winaryo, mengatakan proses pembebasan lahan untuk lanjutan pembangunan jalur alternatif Gunungkidul-Sleman segera dimulai. Menurut dia, beberapa tahapan pembebasan sudah dilaksanakan mulai dari pembentukan panitia persiapan pembebasan hingga sosialisasi ke masyarakat. “Tahap perencanaan sudah dan saat ini memasuki tahap persiapan untuk pembebasan,” kata Winaryo kepada Harian Jogja, Rabu (23/1/2019).
Dia tidak menampik proses pembebasan lahan masih membutuhkan waktu yang panjang. Untuk pelaksanaannya, di tahap awal harus mendapatkan IPL dari Pemda DIY yang ditandatangani oleh Gubernur DIY. “Dalam tahapan ini sudah kami proses hingga ke Pemda DIY sehingga tinggal menunggu keputusan penetapan IPL,” katanya.
Menurut Winaryo, apabila IPL telah didapatkan, tim langsung mengumumkan rencana pembebasan. Selanjutnya, dokumen pembebasan diserahkan Kantor Wilayah BPN DIY untuk pelaksanaan pembebasan. “Sesuai dengan aturan pemerintah, pembebasan lahan di atas lima hektare pelaksanaannya dilakukan oleh kanwil BPN di tingkat provinsi. Sedangkan untuk tim di tingkat kabupaten hanya bertugas membantu dalam perencanaan dan persiapan pembebasan,” katanya.
Lebih jauh dikatakan Winaryo, pembebasan lahan untuk ruas Ngalang-Tawang sepanjang 9,6 kilometer diperkirakan membutuhkan luas lahan mencapai 24,5 hektare. Rencananya ruas jalan ini melintasi enam desa meliputi Ngalang di Kecamatan Gedangsari, Nglegi, Bunder, Putat, Nglanggeran dan Ngoro-oro di Kecamatan Patuk. “Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan pada Agustus mendatang pembebasan lahan selesai dilaksanakan,” katanya.
Anggota DPRD Gunungkidul, Anton Supriyadi, berharap Pemkab segera menyelesaikan tahapan pembebasan lahan untuk lanjutan pembangunan jalur alternatif Sleman-Gunungkidul. Menurut dia, di dalam kegiatan ini Pemkab hanya memfasilitasi karena alokasi anggaran pembebasan sudah ditanggung Pemda DIY melalui Dana Keistimewaan DIY. “Jadi harus cepat karena ini menyangkut proses pembangunan. Apalagi Sri Sultan HB X [Gubernur DIY] sudah berkomitmen untuk merealisasikan pembangunan jalur alternatif ini,” kata Anton.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY, Bambang Sugaib, mengatakan untuk pembangunan ruas jalan Ngalang-Tawang membutuhkan anggaran sekitar Rp280 miliar. Namun demikian untuk pembangunan masih menunggu kelarnya pembebasan lahan yang masih diproses oleh Pemkab Gunungkidul. “Intinya sudah siap. Pada saat lahan sudah dibebaskan, kami siap untuk membangunnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Jembatan Garuda di atas Kali Oya, Rejosari, Semin, disambut antusias warga karena mempermudah akses dan lebih aman saat musim hujan.
Forbes 2025 menempatkan 25 perempuan dari industri teknologi dalam daftar kaya mandiri AS. Judy Faulkner, Thai Lee, dan Jayshree Ullal masuk jajaran teratas.
Brasil menyingkirkan Italia 3-2 di semifinal VNL 2026 dan melaju ke final. Simak drama lima set, rekor pertemuan, dan perjalanan kedua tim.
Perusahaan AS mulai beralih dari AI premium ke model yang lebih murah demi efisiensi biaya. Tren ini mengubah persaingan OpenAI, Anthropic, dan pengembang AI Ch
Parlemen Jepang mengesahkan RUU ibu kota kedua untuk menyiapkan pusat pemerintahan cadangan jika Tokyo lumpuh akibat bencana
Lisa Blackpink raup Rp 217 miliar dari Piala Dunia 2026. Pendapatan ini dari penampilan dan iklan, mengalahkan Justin Bieber