PILPRES 2019: Para Kandidat Siap Hadapi Debat Kedua

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan
31 Januari 2019 10:10 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Kedua Tim Sukses dari pasangan Calon Presiden (Capres) dan Wakil Presiden (Wapres) baik dari nomor 01 Joko Widodo, Ma’ruf Amin dan nomor 02 Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, mengklaim kandidat yang mereka usung sudah siap menghadapi debat kedua.

Debat capres kedua akan mengambil tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Nantinya, pada debat kedua kisi-kisi pertanyaan akan ditiadakan.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin Asrul Sani mengatakan telah mengevaluasi kekurangan yang ada pada debat pertama. “Di mana-mana ada evaluasi. Debat pertama kami analisis apa kekurangannya dan apa yang harus diperkuat,” kata Asrul, seusai acara di UGM, Rabu (30/1/2019).

Sekjen PPP tersebut mencontohkan keterbatasan waktu bagi para kandidat untuk menyampaikan argument atau menjawab pertanyaan dari paslon lain, menjadi fokus utama tim sukses. “Kami berusaha agar artikulasi yang keluar terucapkan dengan baik dan,” jelas dia.

Terkait banyaknya kritikan tentang Ma’ruf Amin yang lebih banyak diam di debat pertama, Asrul menjawab masing-masing kandidat memiliki perannya sendiri-sendiri. Ma’ruf diberi tanggung jawab membantu capres dan lebih fokus pada isu terorisme.

Menurut Asrul, tim tidak mempermasalahkan format debat yang diubah. Siapa pun moderator dan panelisnya yang penting menjaga netralitas.
“Diberi kisi-kisi yang monggo, enggak ya enggak apa-apa. Kami kembalikan ke,” kata dia.

Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said mengatakan pihaknya telah mempersiapkan berbagai hal untuk debat kedua. “Pak Prabowo sudah bertemu berbagai pihak untuk mendapat masukan. Debat kedua lebih baik harapannya. Beliau [Prabowo] bertemu banyak kalangan dan ahli,” ucap Sudirman.

Prabowo bertemu dan meminta masukan mulai dari partai koalisi yang ada di DPR, karena dirasa mengetahui betul tentang pengelolaan sektor-sektor yang berkaitan dengan tema debat kedua. “Selain itu Prabowo juga mendengar akademisi, para ahli, pelaku usaha dan praktisi di bidang masing-masing,” ujar Sudirman Said.