Rumah Sakit Universitas Ahmad Dahlan Raih Akreditasi Utama

Rektor UAD Kasiyarno (berdiri) saat konferensi pers akreditasi RS UAD, di Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Rabu (30/1/2019). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
31 Januari 2019 09:10 WIB Herlambang Jati Kusumo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Meraih akreditasi bintang empat atau utama dari Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS), Rumah Sakit Universitas Ahmad Dahlan (RS UAD), di Wedomartani, Ngemplak, Sleman, berupaya akan terus meningkatkan fasilitas pelayanan untuk masyarakat.

“Rumah sakit ini masih terbilang baru, tetapi sudah menjadi contoh rumah sakit lain dengan akreditasi ini. Kami akan berusaha mempertahankan bintang empat ini, dengan memberi pelayanan yang baik. Saat ini kami tengah mengembangkan bangsal anak,” ucap Wakil Direktur RS UAD Eko Susilo, dalam konferensi pers, di RS UAD, Rabu (30/1/2019).

Eko mengungkapkan RS UAD memiliki satu keunggulan yaitu USG empat dimensi dengan kelebihan bisa langsung melihat dengan jelas apa jenis kelamin bayi atau pun wajah sang bayi.

Selain itu, RS UAD juga sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Kerja sama lain melibatkan 18 dokter keluarga, sembilan puskesmas, dan 17 klinik.
Direktur RS UAD Prof. Rusdi Lamsudin mengharapkan dengan adanya akreditasi ini semakin memacu manajemen untuk memberi pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Menurut dia, untuk memperoleh akreditasi ini tidak mudah. “Yang dinilai ada 15, contohnya penggalian mutu pelayanan, pelayanan pasien juga dilihat. Sampai dokter dites cuci tangan seperti apa. Termasuk juga manajemen rumah sakit,” ucap Prof. Rusdi.

Rektor UAD Kasiyarno mengatakan dengan adanya akreditasi ini diharapkan semakin menambah kepercayaan masyarakat. Dalam beberapa bulan terakhir jumlah pasien di RS UAD mengalami peningkatan, hal tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada rumah sakit ini.

“Izin operasional sudah ada. Dengan akreditasi ini, harapan kami semua pihak semakin percaya dan ketika ada keluhan sakit, dirujuk ke sini. Etos kerja UAD juga kami tanamkan,” ucapnya.

Dikatakan Rektor, ke depan RS UAD akan semakin intens bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran di UAD. Saat ini, sinergi dengan universitas menyangkut kesehatan mahasiswa.

Direktur PT Adi Multi Husada Muhammad Safar Nasir mengungkapkan tren pelayanan rumah sakit terus maksimal, meski begitu ia mengakui ada beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan.

“Dalam waktu dekat ini kami akan terus lakukan pembenahan. Misal pengembangan dokter spesialis,” ucapnya.