Ini Akses Jalan Menuju Tempat Parkir Menara Kopi Kotabaru Jogja
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Narasumber menyampaikan materi dalam Sosialialisasi Empat Pilar Kebangsaan dan Darul Ahdi Wa Syahada di Kanwil PWM DIY, Minggu (3/2/2019)./Istimewa-MHH PWA DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Majelis Hukum dan HAM (MHH) Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) DIY menggelar kegiatan diskusi bertajuk Sosialialisasi Empat Pilar Kebangsaan dan Darul Ahdi Wa Syahada di Kantor Wilayah (Kanwil) Pimpinan Muhammadyah (PWM) DIY, Minggu (3/2/2019). Kegiatan yang diikuti pimpinan cabang serta sejumlah anggota Aisyiyah seluruh DIY itu untuk membahas berbagai isu kebangsaan terutama komitmen Muhammadiyah terhadap NKRI.
Direktur Pos Bantuan Hukum (Posbakum) MHH PWA DIY Puji Utami menjelaskan kegiatan sosialisasi itu terlaksana atas kerja sama MPR RI dengan Aisyiyah DIY. Kegiatan ilmiah itu bertujuan untuk memperkaya wawasan kebangsaan kader Aisyiyah di DIY.
Harapannya kader dapat meneruskan wawasan yang diperoleh selaam mengikuti sosialisasi di wilayah cabang Aisyiyah masing-masing. Adapun dua pembicara yang dihadirkan yaitu anggota DPD RI, Afnan Hadikusumo serta Fathurrahman Kamal, selaku Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
“Melalui kegiatan ini diharapkan juga kader Aisyiyah mendapatkan pengetahuan yang cukup tentang wawasan kebangsaan,” kata dia melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Minggu.
Afnan Hadikusumo mengatakan kehidupan berbangsa di Indonesia terutama masyarakatnya akan semakin kokoh apabila segenap komponen bangsa memahami dan melaksanakan empat pilar bernegara tersebut. Sosialisasi kebangsaan menurutnya sangat penting dan mendesak dilakukan era saat ini.
Pasalnya fenomena disintegrasi bangsa serta lunturnya nilai-nilai kebangsaan terutama di kalangan generasi millenial yang menimbulkan distorsi rasa nasionalisme. Ia berharap melalui berbagai diskusi kebangsaan dapat meningkatkan rasa nasionalisme, tak terkecuali di kalangan anak muda.
“Sehingga pemberian pemahaman tentang kebangsaan saat ini harus terus dilakukan, apalagi di kalangan generasi milenial,” ucapnya.
Adapun Fathurrahman mengatakan Muhammadiyah memiliki gerakan pencerah yaitu Darul Ahdi Wa Syahadah. Dia menjelaskan Darul Ahdi adalah komitmen Muhammadiyah terhadap NKRI sebagai konsensus nasional yang sudah bersifat final.
Sementara Darul Syahada, kata dia, adalah upaya untuk mengisi kemerdekaan dan membawa bangsa Indonesia menjadi negara yang maju, makmur, adil bermartabat. “Muhammadiyah sejak dulu sudah berkomitmen terhadap NKRI. NKRI itu sudah final tidak bisa diubah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.