Tragis, Seorang Pekerja Jadi Korban Tabrak Lari saat Sedang Bersihkan Jembatan

Petugas Polres Kulonprogo tengah melakukan olah TKP kecelakaan maut di Jembatan Dayakan tepatnya di Dusun Karang Tengah Kidul, Desa Margosari, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo, Rabu (6/1/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
06 Februari 2019 20:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja,com, KULONPROGO- Kecelakaan maut kembali terjadi di Kulonprogo, Rabu (6/2/2019).

Kali ini, peristiwa itu terjadi di ruas Jalan KRT. Kertodiningrat, tepatnya di sisi timur Jembatan Dayakan tepatnya di Dusun Karang Tengah Kidul, Desa Margosari, Kecamatan Pengasih, pukul 13.15 WIB. Korban bernama Purwanto, 46, yang merupakan pekerja pembersih Jembatan Dayakan.

Warga Dusun Ngento, Desa Pengasih, Kecamatan Pengasih ini tewas usai menjadi korban tabrak lari sebuah mobil Daihatsu Xenia nopol R 9151 CH yang dikemudikan Sukarno, 59, warga Boyolali, Jawa Tengah.

Rekan kerja korban, Mardayu, 39, mengungkapkan kejadian bermula saat Purwanto hendak menyeberang jalan dengan berjalan kaki dari arah selatan menuju utara untuk menyusul kawannya di bawah jembatan usai istirahat siang. Namun sebelum sampai lokasi bekerja, terdengar suara benturan.

Mardayu pun megecek sumber suara tersebut dan mendapati rekan kerjanya telah tewas bersimbah darah dengan luka parah di kepala. "Saya hanya mendengar ada suara tabrakan, dan ternyata itu Pak Purwanto, kami langsung cari pertolongan karena saya tidak berani ngangkat tubuh korban," ucapnya di lokasi kejadian, Rabu (6/2/2019) siang.

Penyidik Unit Laka Satlantas Polres Kulonprogo, Bripka Wahyudi mengatakan usai menabrak Purwanto, pengemudi mobil sempat berusaha melarikan diri. Beruntung aksi itu dapat dihentikan salah saru anggota Unit Turjawali Sat Lantas Polres Kulonprogo, Brigadir Irwanto di Simpang Lima Karangnongko, Kecamatan Wates.

Pengemudi mobil beserta mobilnya kemudian dibawa ke Mapolres Kulonprogo untuk menjalani pemeriksaan. "Alasan dan keterangan pelaku masih kita dalami. Untuk kendaraan sudah di amankan di kantor," terang Wahyudi.