Kirab Budaya Karangsari Angkat Potensi Desa

Rombongan penuntun sapi Bregada Kopat Sigrak yang ditampilkan warga Dusun Kopat memeriahkan kirab budaya ulang tahun Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih, Sabtu (2/2/2019).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
08 Februari 2019 22:00 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Mengenalkan potensi desa bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya seperti yang dilakoni warga Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih.

Menyambut ulang tahun ke-72 desa tersebut, para warga mulai dari anak-anak hingga dewasa berbondong-bondong turun ke jalan mengikuti kirab budaya yang diselenggarakan pada Sabtu (2/2/2019).

“Ini merupakan tahun kedua perayaan ulang tahun Karangsari dilangsungkan secara meriah. Untuk rute kirabnya mengelilingi desa dengan jarak sekitar dua kilometer,” ngkap Kepala DesaKarangsari, Mujirin, Sabtu (2/2/2019).

Dalam kirab budaya ini ratusan warga dari 12 dusun di Karangsari unjuk kebolehan untuk menampilkan produk unggulan dan potensi unggulan, mulai dari produk pangan, perkakas hingga atraksi kebudayaan.

Salah satu yang menyita perhatian ialah Bregada Kopat Sigrak yang ditampilkan warga Dusun Kopat. Arak-arakan pasukan ini diawali sekelompok pria dewasa berkostum petani lengkap dengan caping dan sabitnya sembari menuntun replika sapi.

Rombongan penuntun sapi diikuti sekelompok warga yang membawa perlengkapan menanam padi. Mereka juga menunjukkan cara mereka menanam, mulai dari mencangkul, membuat garis tanam padi di lahan tanam dan menanam benih padi secara rapi.

Arak-arakan bregada diakhiri dengan rombongan ibu-ibu yang membawa baki berisi hasil panenan warga. Sejumlah menu olahan lokal disulap menjadi panganan premium yang kemudian dibagikan kepada para penonton hingga menjadi rebutan di sepanjang jalan.

Tema besar yang hendak disampaikan para bregada ini ialah kehidupan para petani dan pekebun. Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan sebab kedua pekerjaan itu menjadi mata pencaharian utama sebagian besar warga Kopat.

Salah satu penonton, Sri Mulyati, mengaku tertarik dengan kirab budaya ini karena bisa melihat beragam potensi unggulan dari Karangsari. Lewat kirab ini dia jadi mengetahui sejumlah potensi dari seluruh dusun yang ada di desa tersebut.

Potensi yang bisa diolah dan menjadi produk unggulan itu bahkan memiliki nilai jual dan daya saing yang tinggi. “Sebenarnya banyak potensi lokal yang bisa diolah lebih baik. Tentunya dengan bantuan dan pendampingan Pemdes Karangsari diharapkan produk-produk lokal seperti ini bisa dijual di pasar yang lebih luas,” katanya.