Di Kulonprogo, 10 Desa Akan Bangun IPAL Komunal

Ilustrasi - limbahb3.blogspot.com
09 Februari 2019 08:00 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sedikitnya 10 desa di Kulonprogo akan menerima bantuan masing-masing Rp350 juta untuk membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal. Ditargetkan pada Mei mendatang sudah mulai ada pembangunan fisik.

Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo Saefudin memaparkan 10 desa yang menerima bantuan tersebut masuk pada desa yang banyak terdapat kasus stunting atau anak balita bertubuh pendek. Sebanyak 10 desa tersebut tersebar di Kecamatan Samigaluh, Pengasih, Nanggulan dan Sentolo.

Hal yang menjadi sasaran adalah desa yang terdapat banyak kasus stunting karena salah satu penyebab stunting yaitu akses sanitasi yang kurang baik. “Saat ini masih dalam proses persiapan, kami [DPUPKP] juga kordinasi dengan desa-desa sasaran,” paparnya kepada Harian Jogja, Jumat (8/2/2019).

Anggaran yang diberikan pada masing-masing desa yaitu Rp350 juta. Menurut Saefudin, karena pembangunan IPAL komunal membutuhkan ketersediaan lahan sampai 50 meter persegi, selain itu harus juga melihat topografi di wilayah penerima bantuan, maka ada opsi untuk dialihkan menjadi bantuan IPAL individual. IPAL komunal lebih cocok di daerah bawah yang padat penduduk.

Saefudin mengatakan instansinya bersama desa-desa yang menerima bantuan akan mengkaji lagi kemungkinan dialihkan untuk menjadi IPAL individu. Nantinya, ketika yang dibangun adalah IPAL individu,  didata lagi KK mana saja yang akses sanitasinya tidak memenuhi standar dan layak diberikan bantuan.

Saat ini di Kulonprogo ada 40 IPAL komunal. Sebanyak satu IPAL komunal bisa memberikan akses sanitasi sampai 80 kepala keluarga. Tahun lalu, hanya satu IPAL komunal saja yang dibangun, yaitu di Desa Bendungan, Kecamatan Wates.