Astrid Dorong Solo Jadi Kota Wisata Sekaligus Pusat Pengetahuan
Wawali Solo Astrid Widayani mendorong Solo menjadi pusat pengetahuan dengan memanfaatkan sejarah, budaya, museum, kampus, dan ruang publik.
Jemaah calon haji berjalan menuju pesawat yang akan memberangkatkannya ke Arab Saudi. Ilustrasi./ANTARA-Umarul Faruq
Harianjogja.com, JOGJA—Rencana pembangunan embarkasi haji di DIY diharapkan bisa menggunakan dana haji dari surat berharga syariah negara (SBSN). Sayangnya, penggunaan SBSN tidak bisa dilakukan untuk pembelian tanah calon embarkasi haji.
Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) DIY Edy Gunawan mengatakan proses pembangunan embarkasi haji tersebut masih menunggu ketersediaan lahan. Ketika tanah sudah ada, kata dia, Dirjen Haji Kementerian Agama siap mem-back up anggaran pembangunan embarkasi haji tersebut. "Kalau Bantul [Poncosari, Kecamatan Srandakan] tidak siap, Kulonprogo sudah siap untuk ketempatan embarkasi. Karena SBSN tak bisa dipakai untuk pembelian tanah, maka yang bisa dibangun menggunakan anggaran SBSN adalah tanah yang sudah bisa dimiliki oleh pemerintah," katanya di kompleks Kepatihan, Kamis (14/2/2019).
Kemenag, katanya tidak mungkin melakukan pengadaan tanah. Selain harga tanah mahal hal itu tidak bisa dilakukan karena terbentur regulasi. Solusinya, tanah yang ada dihibahkan dari pemerintah daerah kepada Kemenag. Setelah itu, pemerintah membangun infrastrukturnya. Dia mencontohkan kasus KUA di Gedongtengen di mana harga tanah seluas 400 meter persegi harganya Rp6,5 miliar.
"Yang bisa dibangun SBSN tanah yang sudah milik pemerintah. Bantul itu statusnya Sultan Grond, itu masalahnya. Hanya bisa digunakan, dibangun tapi status tanahnya tidak berubah," katanya.
Sebenarnya, kata dia, masih ada peluang dari Ketua Badan Pengelola Keuangan Haji Anggito Abimanyu, kalau ada peluang untuk pengadaan tanah. "Kalau itu dibolehkan, itu menjadi peluang," ujar dia.
Sayangnya, kata Anggito, dana SBSN tidak bisa diperuntukkan untuk pengadaan tanah. Dana SBSN bisa digunakan dalam konteks investasi. Adapun status tanah Sultan Ground maupun Pakualam Grond tidak masalah. "Bisa dibangun [embarkasi] kalau nanti itu buat hotel, apakah dihuni berapa orang, berapa harganya, nilai pendapatannya, biaya berapa? Harus sesuai kelayakan investasi," katanya.
Menurutnya, penggunaan dana SBSN tersebut sesuai dengan perhitungan dan kelayakan investasi. Apalagi jika ada penilaian dari appraisal jika investasi tersebut layak untuk dibiayai. "Kami lembaga investasi. Selama itu layak, syariah, optimal, efesien, hati-hati tentu akan dikaji kelayakannya," katanya.
Sebelumnya, Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DIY Sigit Warsito mengatakan calon lahan embarkasi tersebut berada di Kecamatan Pengasih, Kulonprogo. Selain lokasinya berada di titik SRS [satuan ruang strategis], lahan yang disediakan juga dinilai memadai untuk membangun sebuah embarkasi.
Lokasi calon embarkasi tersebut dinilai tidak jauh dari Bandara NYIA. Baik pengadaan tanah maupun pembangunan embarkasi nantinya bisa bersumber dari dana APBD DIY maupun Danais. Luas lahan yang disediakan di Pengasih, lanjut Sigit sekitar 12 hektare. “Tanah tersebut juga sudah memiliki sertifikat hak milik (SHM) sehingga dinilai lebih mudah untuk prosesnya,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wawali Solo Astrid Widayani mendorong Solo menjadi pusat pengetahuan dengan memanfaatkan sejarah, budaya, museum, kampus, dan ruang publik.
Bitcoin sempat menembus US$87.200. Simak faktor pendorong penguatan dan imbauan bagi investor menghadapi volatilitas pasar kripto.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.