Advertisement
Siswa SD Muhammadiyah Bantul Kota Belajar Mengolah Sampah
Kegiatan peringatan Gerakan Hari Peduli Sampah SD Muhammadiyah Bantul Kota, Jumat (22/2 - 2019).Ist/humas
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—SD Muhammadiyah Bantul Kota menyelenggarakan Gerakan Hari Peduli Sampah, Jumat (22/2/2019). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepedulian serta membangun optimisme bersama dengan pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan.
Kegiatan diikuti siswa, guru dan karyawan, diawali senam Ayo Gosok Gigi Bersama di halaman sekolah. Setelah senam dilanjutkan membersihkan sampah di lingkungan sekolah, dengan peralatan kebersihan yang dibawa anak dari rumah seperti sapu lidi, serok, dan gunting potong rumput. Sebagian anak juga membawa kantong sampah untuk memilah-milah sampah organik dan nonorganik.
Advertisement
Siswa dan guru bergerak secara aktif mengumpulkan sampah di sekitar sekolah.
Ketua Dewan Guru sekaligus penanggung jawab acara Joko Nurjito menyampaikan peringatan ini menjadi momentum bagi SD Muhammadiyah Bantul Kota untuk lebih memperhatikan, mengelola, dan mengolah sampah. “Gerakan peduli sampah juga sebagai upaya pembentukan karakter siswa menjadi pribadi peduli dengan permasalahan sampah,” kata Joko, Jumat (22/2/2019).
Kegiatan juga diisi dengan sejumlah kegiatan siswa dipandu Denny Fatria Widyayanti, bekerja sama dengan Komunitas Nusa Hijau Handicraft menyelenggarakan pemanfaatan sampah. Botol bekas dan bungkus plastik dimanfaatkan menjadi bahan dasar untuk membuat lampion, piring bulat, tempat tisu, dan keranjang.
Selain itu juga diselenggarakan sosialisasi lingkungan hidup bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, di aula sekolah yang diikuti perwakilan siswa kelas IV dan V sebanyak 64 siswa dan 10 orang guru/karyawan menjadi peserta dalam acara tersebut. Sosialisasi tersebut mengangkat tema Membudayakan Hemat Energi Sejak Dini.
Panitia berharap banyak manfaat yang dapat diambil dari rangkaian acara peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di SD Muhammadiyah Bantul Kota. Salah satunya adalah mewujudkan generasi yang peduli dengan permasalahan sampah serta peningkatan pemahaman guru dalam hal pembinaan pengolahan sampah menjadi barang yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement









