Advertisement
Tampilkan Kebhinnekaan Indonesia, Stipram Raih Best Performance di Eatof 2019
Penampilan mahasiswa Stipram Yogyakarta dalam event Eatof 2019 di Korea Selatan. - Ist/Humas Stipram.
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (Stipram) Yogyakarta berhasil memperoleh predikat best performance melalui keikutsertaannya dalam East Asia Inter Regional Tourism Forum (EATOF) 2019 di Korea Selatan pada 13 Februari hingga 17 Februari 2019. Sebanyak 17 mahasiswa Stipram yang menampilkan tarian bertemakan kebhinnekaan Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta Eatof 2019.
Ketua Stipram Yogyakarta Suhendroyono menjelaskan, event Eatof 2019 tersebut merupakan kegiatan tahunan yang melibatkan perguruan tinggi di Asia serta beberapa provinsi. Kegiatan di forum ini mengundang secara khusus provinsi tertentu, salah satunya Indonesia, dalam hal ini Provinsi DIY, kemudian Stipram turut ambil bagian dengan mengirimkan 20 mahasiwa dan lima dosen.
Advertisement
“Kebetulan tema yang diangkat tentang kepemimpinan anak muda, sehingga sangat cocok dengan mahasiswa,” terangnya dalam rilisnya, Minggu (24/2/2019).
Suhendroyono mengatakan, setiap kampus yang terlibat menampilkan atraksi budaya masing-masing. Ia menceritakan, peserta dari Korea Selatan sendiri menampilkan perpaduan antara budaya, teknologi dan olahraga. Yaitu penampilan takewondo dengan durai sekitar 15 menit untuk menyampaikan pesan mencintai budaya sekaligus olahraga.
BACA JUGA
Sedangkan Stipram Yogyakarta, kata dia, tampil dengan penari dalam jumlah banyak dengan mengangkat kebhinnekaan Indonesia. Penampilan itu rupanya mendapatkan sambutan dari penonton dan peserta pda umumnya dengan sangat luar biasa.
“Dari awal kami membawa kebhinnekaan, wonderfull Indonesia dalam bentuk tarian dan kami akhirnya yang menjadi best performance dalam event ini,” katanya.
Ia menilai, forum tersebut sangat penting utamanya dalam meningkatkan pariwisata di Indonesia, tak terkecuali di DIY. Oleh karena itu, pihaknya sudah menyampaikan kepada Sekjen Eatof, bahwa Stipram Yogyakarta siap menjadi tua rumah Eatof pada event berikutnya. Selain itu, pihaknya akan menindaklanjuti sejumlah kerja sama dengan Korea Selatan terutama di bidang pendidikan pariwisata.
“Ini event pariwisata, maka penyelenggara sangat dominan mempertontonkan kekayaan wisata Korea, padahal cuma satu wisata yaitu musim dingn tetapi dia [Korea Selatan] bisa mengemas dingin menjadi suatu kekaguman bagi tamunya. Kami merasa Indonesia punya banyak potensi wisata yang menimbulkan kekaguman, dibandingkan Korea Selatan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
Advertisement
Advertisement









