Advertisement

Wah, Ada 15 Titik Timbunan Sampah di Sleman

Yogi Anugrah
Sabtu, 09 Maret 2019 - 19:07 WIB
Nina Atmasari
Wah, Ada 15 Titik Timbunan Sampah di Sleman Seorang pengendara motor sedang melewati timbunan sampah liar Selokan Mataram, Jumat (08/03/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN- Persoalan sampah di Sleman hingga kini belum bisa teratasi secara tuntas. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman mencatat masih ada 15 titik timbunan sampah liar di wilayah Sleman.

"Timbunan sampah liar tersebut karena masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan, mayoritas merupakan sampah rumah tangga,"kata Kepala UPT Pelayanan Persampahan DLH Sleman, Sri Restuti Nurhidayah, Jumat (08/03/2019).

Advertisement

Lebih lanjut, ia menjelaskan ke-15 timbunan sampah tersebut tersebar di wilayah yang bersentuhan dengan perkotaan, seperti Depok, Mlati, dan Seyegan. Pihaknya, kata dia, sudah mengkoordinasikan permasalahan tersebut ke wilayah setempat terkait dengan penangannya.

"Tentu dari Kabupaten juga tidak bisa kerja sendiri, untuk itu mulai dari tingkat padukuhan harus ikut andil," ujar dia.

Kepala DLH Sleman Dwi Anta Sudibya mengatakan persoalan timbunan sampah liar tersebut merupakan pekerjaan rumah (PR) pihaknya untuk segera ditangani, untuk itu, kata dia, pihaknya sudah menyiapkan tiga skema untuk menangani masalah sampah liar tersebut.

"Karena jangan sampai ada timbunan sampah liar kemudian hanya kami ambil, dan nanti akan ada yang membuang sampah lagi. Ini kan tidak menyelesaikan masalah. Makanya ini akan kami siapkan tiga skema alternatif," ujar pria yang baru dua bulan menjabat sebagai Kepala DLH tersebut.

Yang pertama, kata dia, pihaknya akan menawarkan bantuan gerobak sampah roda tiga yang bisa digerek menggunakan motor kepada masyarakat.

"Jadi nanti ada salah satu masyarakat yang ditunjuk untuk mengelola sampahnya, itu penghasilannya kan juga lumayan, bisa untuk mengurangi kemiskinan," kata dia.

Kedua, pihaknya akan menawarkan untuk membangun rumah sampah yang nantinya akan disediakan dua jenis sampah, yakni untuk sampah yang laku atau bisa diolah dan sampah yang residu.

"Namun ini masyarakat harus membawa sendiri sampahnya ke rumah sampah," ujar dia.

Ketiga, pihaknya akan menawarkan pembuatan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Reduce, Reuse, Rescyle (3R). "Nanti itu akan kami tawarkan ke teman teman mau milih yang mana. Jadi saya tidak mau sampah dievakuasi terus nanti ada lagi, dengan begini harapannya persoalan sampah liar bisa teratasi," tutup dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Hujan Lebat Picu Banjir di Jakbar, 12 RT dan 4 Jalan Tergenang

Hujan Lebat Picu Banjir di Jakbar, 12 RT dan 4 Jalan Tergenang

News
| Sabtu, 04 April 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement