OPINI: Ketika Tindakan Bunuh Diri Terinspirasi Film Drama Korea
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
Kondisi salah satu ruangan SMPN 1 Purwosari, Gunungkidul terendam banjir, Minggu (17/3/2019). /Ist-BPBD Gunungkidul.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Hujan deras yang mengguyur wilayah Gunungkidul dan sekitarnya pada Minggu (17/3/2019) membuat banjir merendam sejumlah titik di Bumi Handayani. Tercatat sedikitnya 13 lokasi terendam banjir terdiri dari pemukiman warga, sekolah hingga kantor pemerintahan.
Berdasarkan data BPBD Gunungkidul dari 13 titik tersebut, antara lain di Kecamatan Purwosari, banjir menggenai seluruh kompleks SMPN 1 Purwosari hingga masuk ke ruangan. Kantor Korwil Dinas Pendidikan di kecamatan ini juga tidak luput dari rendaman banjir, tercatat ada empat titik banjir di Purwosari, salah satunya berada du Desa Giriasih.
“Untuk sekolah yang tergenang air di SMP 1 Purwosari,” terang Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki, Minggu (17/3/2019) malam.
Selain itu banjir di Gunungkidul juga merendam pemukiman warga, antara lain di Dusun Gedad dan Dusun Dungwanglu, Banyusoca, Playen, untuk sementara warga terdampak terdiri dari delapan kepala keluarga (KK) dengan jumlah 21 jiwa diungsikan ke tempat lebih aman. Banjir di lokasi ini akibat luapan sungai. Kemudian di Gadungsari, Wonosari, luapan sungai masuk hingga pekarangan warga.
Sedangkan di Tepus banjir terjadi di Dusun Bintaos Desa Sidoharjo, luapan air menggenangi akses jalan dan sekitar Pasar Bintaos. Di Dusun Pacar 2, Girisuko, Panggang luapan sungai menutup akses jalan menuju ke kawasan Karangduwet, Kecamatan Paliyan, hingga Minggu (17/3/2019) kondisi jalur tidak bisa dilewati.
Banjir juga menggenangi pemukiman warga di Desa Semanu Kecamatan Semanu, dengan jumlah terdampak sebanyak 11 KK. Penyebabnya air meluap dari drainase jalan menuju ke badan jalan, sehingga tidak hanya pemukiman yang terkena dampak namun juga akses lalu lintas di Simpang Empat Semanu menjadi terganggu.
“Data masih terus dikumpulkan di lapangan sembari melakukan penanganan bagi yang terdampak,” kata Edy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
DLH Kota Jogja memeriksa air sumur warga sekitar pabrik kulit PT Sinar Obor. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam tujuh hari.
Kanwil Ditjen Imigrasi DIY membuka layanan Pasporia di Alun-Alun Wates. Layanan paspor di ruang publik ini akan diperluas ke Bantul dan Kulon Progo.
Kemenag segera menyalurkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026 senilai Rp4,1 triliun untuk 83 ribu lembaga pendidikan.
Kebakaran hutan terjadi di lereng Gunung Merapi, Magelang. Sebanyak 2.000 meter persegi lahan terbakar dan api padam setelah hampir tujuh jam.
Hasil Magang Nasional 2026 telah diumumkan. Fresh graduate yang belum lolos bisa memperkuat portofolio dengan lima langkah ini.