Kenalkan Olahraga-Seni Pada Anak, Ribuan Siswa Guru dan Orangtua Ikuti Senam Maumere

Ribuan siswa, guru dan orangtua dari SD Muhammadiyah Kleco mengikuti senam maumere di Lapangan Karang, Kotagede, Kota Jogja, Minggu (24/3/2019). - Ist/Panitia.
24 Maret 2019 18:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—SD Muhammadiyah Kleco Kota Jogja menggelar Senam Maumere dan beragam atraksi seni di Lapangan Karang, Kotagede, Kota Jogja, Minggu (24/3/2019). Meski hujan deras sempat menguyur, namun ribuan siswa dan orang tua dari sekolah ini tetap mengikuti kegiatan tersebut sekaligus untuk memperkenalkan kekayaan seni budaya di Indonesia.

Kepala SD Muhammadiyah Kleco Kota Jogja Amirudin menjelaskan kegiatan itu merupakan salah satu dari rangkaian acara Milad ke-84 sekolahnya yang sebelum itu sudah dihelat berbagai acara mulai dari seminar hingga parenting. Pihaknya sengaja memilih Senam Maumere, karena menurutnya termasuk salah satu kekayaan seni budaya yang ada di Indonesia sekaligus mengintegrasikan dengan olahraga, senam tersebut lebih dikenal berasal dari NTT.

“Meski hujan cukup deras, tetapi siswa dan orangtua sangat antusias, ada sekitar 2.000 yang mengikuti senam maumere ini, termasuk beberapa karyawan kemudian tokoh masyarakat dan warga sekitar,” katanya dalam keterangan persnya Minggu (24/3/2019).

Selain orangtua siswa, kegiatan itu juga melibatkan para alumni SD Muhammadiyah Kleco serta tokoh masyarakat. Diharapkan pula terjalin komunikasi yang baik antara stakeholder terkait dalam memberikan sumbangsihnya terhadap pendidikan. “Sehingga bisa menjalin kerja sama yang lebih baik,” katanya.

Ketua Komite SD Muhammadiyah Kleco Fajrul Kamil menambahkan, siswa perlu untuk dikenalkan dengan berbagai jenis senam yang ada di Indonesia terutama lahir dari budaya lokal. Sehingga mereka bisa mengintegrasikan antara seni budaya dan olahraga, dengan demikian karakter mereka terbentuk, sehat melalui olahraga namun tidak melalaikan nilai budaya.

“Kita Indonesia ini kan punya banyak jenis senam, termasuk poco-poco dan lain-lain, itu harapan kami bisa dikenalkan kepada anak-anak, sehingga mereka memiliki wawasan yang cukup,” katanya.

Sebagai organisasi yang menjadi penyeimbang program sekolah, pihaknya mendukung kegiatan yang memberikan dampak positif kepada siswa. “Seperti kegiatan ini kan secara tidak langsung mengenalkan satu dari banyaknya kekayaan Indonesia, bahwa kita punya banyak budaya lokal yang perlu dipelajari tidak harus dari luar [negeri], dengan dikemas yang lebih mengena bagi siswa,” ucapnya.

Amirudin mengatakan, di sela-sela pelaksanaan senam tersebut, juga digelar beragam pentas seni yang telah diajarkan kepada siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler. Mulai dari seni tari, beragam seni musik dan berbagai pentas panggung lainnya yang melibatkan ratusan siswa.

Guna menarik minat siswa dan orangtua, panitia menyedikan berbagai hadiah menarik untuk para peserta. Ia mengatakan, selain memberikan manfaat kepada internal sekolah, kegiatan itu juga memberikan efek positif bagi perekonomian warga sekitar mengingat banyak warga yang berjualan.

“Kegiatan ini sekaligus ingin menunjukkan rasa nasionalis kami, karena sebagai sekolah persyarikatan [muhammadiyah], memang anak-anak harus memiliki rasa nasionalisme yang tinggi,” katanya.