Festival Upacara Adat 2019, Gunungkidul Suguhkan Babad Dalan Giring

Pembawa acara membuka acara Festival Upacara Adat memperingati 30 tahun bertahtanya Sri Sultan HB X. - Ist/Dok
31 Maret 2019 06:17 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan tradisi adat Babad Dalan Giring dalam acara Festival Upacara Adat 2019 yang digelar di Alun-alun Wonosari pada Sabtu (30/3/2019) sekitar pukul 13.00 WIB. Turut meramaikan juga, pertunjukan dari Kota Jogja, Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Kulonprogo.

Untuk diketahui, Babad Dalan Giring adalah upacara adat yang diwariskan secara turun-temurun yang biasanya dilaksanakan pada Jumat. Tujuan dari upacara ini adalah menghormati dan mengingat ajaran yang diajarkan oleh Ki Ageng Giring yang berasal dari Kecamatan Paliyan.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY, Aris Eko Nugroho, mengatakan pada 2019 ini acara digelar di Bumi Handayani. Menurutnya, acara seperti ini rutin digelar setiap tahun. "Yang jelas setiap tahun ada tetapi yang menggunakan danais ini merupakan yang keempat kalinya," ujarnya kepada awak media, Sabtu (30/3/2019).

Aris menambahkan, anggaran dari danais yang dipakai bisa mencapai Rp500 juta sampai Rp1 miliar tergantung aktivitasnya. "Anggarannya fleksibel sesuai agenda," kata dia.

Menurut dia, adanya festival upacara adat membuat masyarakat merasa mendapat perhatian. Ia menjelaskan biasanya masyarakat menggelar kesenian yang tarafnya biasa saja, sekarang menjadi berbeda dan bisa mengangkat perekonomian masyarakat.

Pada kegiatan ini, setiap daerah menyuguhkan penampilan berbeda seperti Kota Jogja menampilkan Adat Karangkitri, Kabupaten Bantul menampilkan Grebeg Bakda Mangiran, Kabupaten Sleman menampilkan Labuhan Merapi (Kala Murdha), dan Kabupaten Kulonprogo menampilkan Khutukan Sunan Geneng.