Warga Wonolelo Dilatih Branding Desa Wisata Berbasis TI

Kegiatan pelatihan branding desa wisata berbasis teknologi informasi di Balai Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Bantul, Minggu (31/3/2019). - Ist/Unriyo.
01 April 2019 13:57 WIB Sunartono Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Warga Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Bantul diberikan pelatihan terkait branding desa wisata berbasis teknologi  informasi (TI) oleh tim dari Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo), Minggu (31/3/2019). Kegiatan yang diikuti sedikitnya 200 warga desa itu melibatkan sekitar 50 dosen serta puluhan mahasiswa. Selain soal pemasaran, warga juga diberikan pelatihan manajemen bencana dan penanganan korban serta pemeriksaan kesehatan.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Unriyo Hamzah menjelaskan selain bentuk pengabdian kepada masyarakat, kegiatan itu juga merupakan rangkaian Dies Natalis Unriyo ke-10 sehingga melibatkan banyak dosen dan mahasiswa. Pemilihan Desa Wonolelo karena pihaknya melihat banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan, sehingga diberikan pelatihan branding wisata berbasis teknologi informasi. Di sisi lain karena kawasan Imogiri termasuk daerah rawan bencana, pihaknya memberikan bekal kepada warga terkait manajemen bencana.

“Sehingga dosen dan mahasiswa dari berbagai fakultas yang terlibat bisa menerapkan ilmunya melalui pelatihan kepada masyarakat ini. Program pemberdayaan ini menjadi penerapan berbagai penelitian yang dilakukan dosen,” terangnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Senin (1/4/2019).

Pria yang juga menjadi Ketua Dies Natalis Unriyo ke-10 ini menambahkan program itu diharapkan memberikan dampak kepada warga terutama untuk pemberdayaan ekonomi, tentu harapannya ke depan Wonolelo bisa menjadi desa wisata yang mampu menyangga kota. Pemberian materi itu dilakukan dengan sangat menyesuaikan kondisi dan potensi desa tersebut.

Ketua Panitia Kegiatan Tjahjono mengatakan secara umum ada empat hal yang diberikan kepada warga. Antara lain, pelatihan manajemen bencana sekaligus penanganan korban, branding desa wisata dan penggunaan medsos untuk pemasaran. Serta pemeriksaan kesehatan dan konsultasi gizi dan pemeriksaan alat gerak dan konsultasi fisioterapi.

“Dengan diberikan pelatihan branding ini, harapannya warga bisa mempromosikan potensi desa wisata menggunakan teknologi informasi seperti medsos,” katanya.

Kepala Desa Wonolelo Imogiri Bantul Ahmad Furqon mengatakan, sebenarnya banyak potensi wisata di desanya salah satunya Puncak Pogok di Dusun Puworejo yang saat ini menjadi unggulan serta beberapa titik lainnya. Namun ia mengakui masih perlu ditingkatkan lagi agar bisa kenal masyarakat luas.

“Oleh karena itu kami mengundang berbagai pihak untuk bekerja sama termasuk dengan menggandeng Unriyo ini. Selain wisata ada juga seperti usaha kecil yang bisa dikembangkan,” ujarnya.