Jelang Panen, Warga Wedomartani Gelar Wiwitan

Warga Dusun Krandon, Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, saat menggelar tradisi wiwitan, Rabu (10/4/2019) di area persawahan daerah setempat. - Harian Jogja/Yogi Anugrah
10 April 2019 18:27 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Warga Dusun Krandon, Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, menggelar tradisi wiwitan, Rabu (10/4/2019) di area persawahan daerah setempat. Tradisi tersebut digelar sebelum panen sebagai wujud terima kasih dan rasa syukur.

Dalam tradisi tersebut, terlihat sekitar 50 petani yang mengenakan pakaian adat Jawa membawa uborampe (perlengkapan) seperti ingkung ayam, jajan pasar dan tumpeng menuju areal persawahan.

"Uborampe itu dibawa ke sawah dan prosesi wiwit dimulai. Wiwit itu artinya mengawali. Jadi ini untuk mengawali panen," ujar Ketua Desa Budaya Wedomartani Mujiburahman (10/4/2019).

Upacara wiwitan dimulai dengan kirab, dan dilanjutkan dengan pemotongan padi, setelahnya, uborampe yang dibawa, disantap bersama, selama prosesi berlangsung, juga diselipi doa berharap agar hasil panen maksimal.

Mujiburohman menjelaskan, substansi dari tradisi wiwitan adalah bentuk keseimbangan antara manusia dan alam.

“Dimana Tuhan menganugerahkan alam kepada manusia, dan manusia memiliki tugas untuk mengelola alam. Sebagai wujud syukur itu, manusia mengembalikan sebagian dalam bentuk tasyakuran. Ya wiwitan itu lah salah satu wujud bersyukur," ujar dia.

Terkait dengan hasil panen, ia mengatakan, sepanjang tahun, petani mendapat panen melimpah dari lahan pertanian yang luasnya sekitar 20 hektare.

"Rata-rata per hektarenya hasil panen hingga 8,7 ton gabah kering," ujar dia.