58 Kalurahan di Gunungkidul Kekeringan, Dropping Air Bersih Diperluas
Kekeringan di Gunungkidul meluas ke 58 kalurahan. Sebanyak 75.486 warga mengalami krisis air bersih, BPBD terus menyalurkan bantuan.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, WONOSARI--Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP sederajat akan dilaksanakan mulai Senin (22/4/2019). Sekolah pun diminta menyediakan genset untuk antisipasi ganguan kelistrikan sehingga pelaksanaan ujian tetap berjalan lancar.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharga Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan, untuk kesiapan untuk UNBK telah selesai dilakukan. Ia mengklaim pihak sekolah pun sudah siap menggelar ujian yang berlangsung selama empat hari ini.
“Ujian akan digelar Senin [22/4/2019] hingga Kamis [25/4/2019]. Saya kira sekolah sudah siap karena pelaksanaan UNBK sudah menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun,” kata Bahron kepada wartawan, Rabu (17/4/2019).
Dia menjelaskan, kesiapan untuk menggelar UNBK tidak hanya dari sisi siswa. Pasalnya, kesiapan juga menyangkut masalah sarana prasarana pendukung seperti jaringan internet komputer hingga memastikan jaringan listrik tetap tersedia saat ujian berlangsung.
“Semua sudah siap. Untuk komputer, kami sudah distribusikan 700 unit komputer ke sekolah-sekolah. Selain itu, untuk antisipasi jaringan listrik padam, sudah koordinasi dengan PLN agar selama ujian tidak ada kegiatan pemadaman,” ungkapnya.
Meski demikian, Bahron menambahkan, bahwa pihak sekolah harus tetap mengantisipasi terkait dengan masalah jaringan listrik. Salah satu antisipasi dapat dilakukan dengan menyewa genset agar pada saat ada listrik putus dapat diganti dengan genset sehingga pelaksanaan ujian tidak terganggu.
“Tahun lalu sempat ada masalah dengan jaringan listrik. Jadi, agar tidak terulang kembali, kami sudah menginstruksikan ke sekolah untuk menyediakan genset,” kata mantan Kepala Bidang Pendidikan Menengah ini.
Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Wonosari, Mulyadi mengatakan, untuk pelaksanaan UNBK, pihak sekolah menyewa genset. Kebijakan tersebut bertujuan agar kejadian mati lampu di 2018 tidak terulang kembali di tahun ini.
“Tahun lalu ujian sempat terganggu karena mati lampu. Jadi, tahun ini kami sewa genset agar pada saat mati lampu terjadi, ujian tidak terganggu,” kata Mulyadi.
Dia menambahkan, secara umum persiapan UNBK telah seratus persen sehingga tinggal pelaksanaan. “Semua sudah disiapkan dan mudah-mudahan semua berjalan lancar, para siswa dapat memperoleh hasil yang maksimal,” ungkpanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan di Gunungkidul meluas ke 58 kalurahan. Sebanyak 75.486 warga mengalami krisis air bersih, BPBD terus menyalurkan bantuan.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.
Seoul menyiapkan kebijakan “hak atas keteduhan” dengan koridor pejalan kaki teduh untuk menghadapi gelombang panas ekstrem dan melindungi warga.