Menangani ODGJ Butuh Peran Sosial

Ilustrasi penderita gangguan jiwa. - Antara
24 April 2019 09:07 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo mendorong adanya peran sosial yang baik dalam menangani permasalahan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mengingat angka penderita gangguan jiwa masih terbilang tinggi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan di Kulonprogo angka ODGJ tergolong tinggi karena ada sekitar 1.500 orang pada tahun lalu. Untuk ODGJ yang berkategori berat ada sekitar 10% orang.

Dalam mengatasi permasalahan ODGJ di Kulonprogo, tidak semuanya ditangani dengan obat atau penanganan medis lainnya. “Masalah gangguan jiwa ini bukan hanya masalah kesehatan tapi juga sosial,” ujarnya, Selasa (23/4/2019).

Baning menjelaskan masih kurangnya pemahaman penanganan ODGJ melalui interaksi sosial membuat pengentasan masalah ODGJ di Kulonprogo susah dilakukan. Bahkan, masih ditemukan keluarga yang hanya menyelesaikan permasalahan ODGJ dengan memasungnya saja.

“Dinkes usahakan pemasungan terhadap ODGJ ini sudah tidak ada lagi. Mungkin ada kasus [pemasungan] ditemukan tetapi itu hanya mengurungnya saja di rumah. Kalau untuk diikat kaki atau tangannya itu rasanya tidak ada lagi,” ucapnya.

Penanganan kasus ODGJ di Kulonprogo secara penyakit bisa dilakukan di rumah sakit. Saat ini, di Rumah Sakit Umum Daerah Wates sudah ada dokter spesialis jiwa. “Terpenting masa setelah pengobatan karena ODGJ mesti bisa diterima di lingkungan sosialnya,” tutur Baning.

Pelaksana Harian Kepala Dinkes Kulonprogo Ananta Kogam Dwi Korawan mengatakan dalam menangani permasalahan ODGJ di Kulonprogo, pihaknya mereaktivasi Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM).

Adanya TPKJM tersebut sebagai upaya memberikan pemahaman pada masyarakat dalam menangani permasalahan ODGJ di lingkungannya. Pendekatan keluarga pada ODGJ dirasa lebih efektif. Jangan sampai keluarga malah membuat ODGJ terkurung dan tidak bisa mendapatkan akses sosial yang baik.