Indahnya....Ini Dia Masjid yang Bakal Jadi Ikon Bandara Baru di Kulonprogo

Kondisi Masjid Al-Akbar di kompleks Yogyakarta International Airport (YIA) di Kecamatan Temon, Kulonprogo, Kamis (25/4/2019). - Harian jogja/Jalu Rahman Dewantara
25 April 2019 18:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Keberadaan Masjid Al-Akbar yang merupakan salah satu fasilitas rumah ibadah di Yogyakarta International Airport (YIA) diharapkan bisa menjadi ikon bandara tersebut. Harapan itu disampaikan Direktur Utama Angkasa Pura 1, Faik Fahmi di sela-sela peresmian Masjid Al-Akbar, Kamis (25/4/2019) siang.

Faik mengatakan masjid seluas 760 meter persegi dengan daya tampung 600 jamaah itu membawa konsep harmonis dengan alam. Konsep itu terlihat dari bangunan masjid yang terbuka tanpa adanya daun pintu maupun jendela. Sehingga, meski tidak ada pendinginan udara, masjid ini tetap sejuk lantaran angin leluasa memasuki bangunan.

Konsep terbuka ini juga memungkinkan jemaah melihat pemandangan di lingkungan luar masjid yang telah dipercantik dengan adanya taman. Selain itu, desainnya yang menyerupai rumah dome menjadikan masjid tersebut berbeda dengan tempat ibadah pada umumnya. Beberapa keunikan itulah yang menjadi harapan Faik agar masjid Al-Akbar bisa menjadi ikon YIA.

"Dengan desain seperti ini diharapkan bisa menjadi ikon bandara. Keunikan ini juga menjadi pusat perhatian masyarakat. Kedepannya masjid ini bisa jadi image YIA," kata Faik.

Faik berharap dengan diresmikannya Masjid Al-Akbar bisa membawa manfaat bagi masyarakat. Tak hanya untuk warga bandara dan pengguna jasa penerbangan, tapi juga masyarakat sekitar. Apalagi menjelang bulan puasa, aktifitas keagamaan bakal lebih meningkat, sehingga masyarakat sekitar bandara bisa memanfaatkan masjid tersebut.

"Kami harapkan menjelang bulan suci ramadhan, masjid ini bisa dimakmurkan dengan kegiatan keagamaan. Jadi saya mengharapkan ini benar-benar tidak hanya secara fisik dibangun, tapi juga dikelola sebaik mungkin. Masjid ini sifatnya terbuka untuk umum ya, sehingga masyarakat bisa mengaksesnya," kata Faik.

Menurut Faik, keberadan masjid di YIA merupakan hal yang vital karena menyangkut kepentingan akhirat terutama bagi kaum muslim. Atas hal itu peresmian masjid ini didahulukan agar dapat segera digunakan.

"Sebelum bandara dibangun saya sudah minta agar masjidnya diselesaikan dulu, biar banyak yang mendoakan agar bandara bisa dibangun lancar serta memberi manfaat kepada masyarakat," tuturnya.

Adapun, dalam peresmian Masjid Al-Akbar, tak hanya dihadiri jajaran internal AP1. Melainkan juga ratusan santri dari beberapa pondok pesantren di Kulonprogo. Sejumlah kegiatan turut dihadirkan dalam peresmian ini, meliputi pengajian dan pemberian santunan kepada 550 anak yatim piatu. Kegiatan ditutup dengan sholat dhuhur berjamaah.

Pengasuh pondok pesantren, Nurul Haromain, Kecamatan Sentolo, Sirodjan Muniro yang hadir dalam peresmian tersebut berharap, kehadiran Masjid Al-Akbar dapat memberi manfaat kepada masyarakat. Di samping itu rencana dioperasikannya YIA pada 29 April mendatang juga diharapkan mampu membawa dampak yang positif bagi Kulonprogo. "Semoga Kulonprogo bisa semakin maju dan dapat bersaing dengan daerah lain," ujarnya.