Advertisement

Besok, Ratusan Pekerja di DIY Bakal Peringati May Day

Abdul Hamied Razak
Selasa, 30 April 2019 - 15:37 WIB
Nina Atmasari
Besok, Ratusan Pekerja di DIY Bakal Peringati May Day Buruh pekerja perempuan di DIY saat menggelar aksi peringatan May Day di Malioboro, Selasa (1/5/2018). - Harian Jogja/Bhekti Suryani

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA- Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) akan menggelar aksi May Day pada Rabu (1/5/2019) besok. Aksi tersebut akan diikuti oleh ratusan orang dari berbagai serikat pekerja. Ada empat isu utama yang menjadi tuntutan mereka.

Ketua ABY Kirnadi mengatakan aksi May Day 2019 masih mengangkat masalah isu soal pengupahan dan kesejahteraan para buruh. Setidaknya ada empat hal yang menjadi perhatian buruh dan pekerja dalam aksi May Day tahun ini. "Ada sekitar 500 buruh yang ikut aksi. Berasal dari berbagai serikat," katanya, Selasa (30/4/2019).

Diakuinya, tidak semua buruh/pekerja bisa mengikuti aksi tersebut. Meskipun peringatan May Day ditetapkan sebagai hari libur nasional. "Sebagian yang bekerja di sektor layanan publik, tidak bisa ikut karena harus tetap bertugas. Jangan sampai layanan masyarakat ikut terganggu," katanya.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Selain mengkritisi masalah sistem pengupahan di wilayah DIY, mereka akan memperjuangkan kepemilikan rumah bagi para buruh. ABY juga meminta pemerintah untuk memperhatikan masalah pendidikan anak-anak buruh. Terakhir terkait penerapan upah minimum sektoral di DIY.

Persoalan pengupahan yang menjadi isu utama pada setiap aksi Mayday, lanjut Kirnadi, terkait adanya wacana dan kebijakan baru dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk merevisi PP 78. Rencana tersebut harus terus dikawal jangan sampai buruh hanya mendapat cek kosong. Rencana revisi PP 78 atau bahkan pencabutannya, kata Kirnadi, muncul setelah para perwakilan serikat buruh bertemu dengan presiden.

"Revisi PP 78 atau pencabutannya, harus terus dikawal agar perubahannya bisa menguntungkan buruh, bukan sebaliknya. Jangan sampai pertemuan serikat buruh dengan presiden hanya sebatas seremoni," kata Kirnadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pukat UGM Ajak Masyarakat Bersuara Soal RUU Perampasan Aset Negara

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 23:57 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement