Ratusan Petugas KPPS Jadi Korban Pemilu, Rumah Indonesia Desak Pembentukan Tim Independen

Komisioner Bawaslu DIY dan anggota Rumah Indonesia mengibarkan bendera setengah tiang tanda berkabung, di depan kantor Bawaslu DIY, Kamis (2/5/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
03 Mei 2019 08:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Ratusan petugas KPPS yang meninggal dunia lantaran mengurus Pemilu 2019 mesti menjadi evaluasi tersendiri.

Hal itu diutarakan organisasi Rumah Indonesia saat pelaksanaan pengibaran bendera setengah tiang tanda berduka atas tewasnya lebih dari 300 petugas KPPS, di Kantor Bawaslu DIY, Kamis (2/5/2019).

Salah satu anggota Rumah Indonesia, Ni’matul Huda, mengatakan pihaknya menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Bawaslu dan pelaksana pemilu pada umumnya, diantaraya, pertama, agar memberi penghargaan bagi para korban selama pelaksanaan pemilu 2019.

Kedua membentuk tim independen untuk menyelidiki dan mengevaluasi proses penyelenggaraan pemilu 2019, dan ketiga, agar setelah pemilu selesai, kita semua kembali merawat keindonesiaan, tidak lagi terbelah dalam kubu-kubu. “karena pasca pemilu kita masih punya banyak pekerjaan,” katanya, Kamis.

Ia mengatakan pihaknya sudah mewacanakan akan mengkaji terkait pelaksanaan pemilu yang lebih efektif. Ia mencontohkan pemisahan pemilu nasional dan pemilu daerah. Pemilu nasional untuk memilih presiden, DPR dan DPD, dan pemilu daerah untuk memilih DPRD dan kepala daerah.

Adapun tim independent yang ia maksud adalah untuk mengklarifikasi kepada masyarakat, sebenarnya apa yang terjadi dalam pemilu kali ini sampai menimbulkan banyak korban. Sehingga ini bisa menjadi bahan masukan dan evaluasi untuk pemerintah.