Bupati Kulonprogo Didorong Jadi Menteri Kesehatan

Hasto Wardoyo - Harian Jogja/Desi Suryanto
10 Mei 2019 22:07 WIB Ujang Hasanudin Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Bidang Kaderisasi dan Ideologi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Idham Samawi, mengakui adanya surat pengangkatan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo sebagai Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Idham mengatakan tidak ada pembahasan khusus di DPP PDIP mengenai pengangkatan Hasto larena penunjukan itu langsung dari Presiden. Partai hanya mendukung dan mengapresiasi sepenuhnya ajakan Presiden Joko Widodo terhadap Hasto, salah satu kader terbaik PDIP.

Menurut dia, Hasto Wardoyo memiliki kapasitas untuk menduduki jabatan Kepala BKKBN. Tidak hanya menjadi kepala BKKPB, bahkan ia mendorong Hasto menjadi Menteri Kesehatan. “Semoga Pak Hasto tidak hanya di BKKBN, tetapi ini tiket menuju menteri kesehatan di kabinet yang akan datang,” kata Idham, saat dihubungi Harian Jogja, Jumat (10/5/2019).

Idham mengharapkan masyarakat DIY dan Kulonprogo merelakan kepergian Hasto menuju skala nasional. Ia mengklaim negara membutuhkan sosok seperti Hasto Wardoyo.

Namun demikian, anggota DPR RI ini enggan menjelaskan detail terbitnya surat pengangkatan dan alasan presiden mengangkat Hasto. “Kalau itu kewenangan presiden. Partai tidak tahu. Partai hanya mengapresisi dan mendukung sekali [pengangkatan Hasto menjadi kepala BKKBN]. Tentu ini merupakan kehormatan,” kata Idham.

Terkait posisi Hasto sebagai bupati, Idham berkata, “Nanti setelah resmi dilantik otomatis harus mengundurkan diri [dari jabatan bupati]. Dan wakil bupati otomatis naik menjadi bupati. Kursi wakil bupati yang kosong nanti akan dibahas oleh partai pendukung, sekarang belum ada pembahasan.”

Idham kembali menegaskan pengangkatan Hasto menjadi Kepala BKKBN bukan diusulkan partai, melainkan karena keinginan presiden. “DPP PDIP mempersilakan presiden ketika akan menggunakan kader terbaik partai,” ujar Idham.