Bupati Gunungkidul Apresiasi Tingginya Partisipasi Pemilih di Pemilu 2019

Ilustrasi. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
12 Mei 2019 21:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDULBupati Gunungkidul, Badingah, mengapresiasi pelaksanaan Pemilu di Gunungkidul yang berjalan dengan lancar, aman dan damai. Selain itu Badingah juga senang dengan angka partisipasi pemilih yang melebihi target.

Menurut Badingah, saat tahapan pemilu dimulai KPU menargetkan partisipasi pemilih di kisaran 80%. Namun saat pelaksanaan hasilnya melebihi ekspektasi karena tingkat partisipasi mencapai 82,96%. “Kami berterima kasih kepada masyarakat yang menggunakan hak pilihnya dan kepada KPU, Bawaslu, kepolisian dan TNI yang menjalankan tugasnya dengan baik sehingga pesta demokrasi di Gunungkidul berjalan dengan aman tertib dan lancar,” kata Badingah kepada wartawan, Minggu (12/5/2019).

Menurut dia, situasi yang kondusif ini harus terus dijaga sampai kapanpun, karena perbedaan pilihan bukan sebagai alat untuk memecah belah sehingga masyarakat tetap dapat bersatu hidup dengan damai, aman dan rukun. Badingah pun meminta kepada semua pihan untuk tidak terpancing oleh isu-isu yang dihembuskan untuk memperkeruh suasana. “Tahapan masih berjalan karena penetapan masih 22 Mei 2019. Jadi, apapun hasilnya harus diterima dengan sikap dewasa sehingga keamanan dan ketertiban tetap terjaga,” katanya.

Badingah menuturkan, siapapun pemenang dalam pemilu harus didukung dan mudah-mudahan dapat menjalankan tugas sesuai dengan janji-janjinya agar Bangsa Indonesia ke depan lebih baik. “Mari berdoa bersama-sama agar tidak ada yang melakukan hal-hal yang dapat mencederai jalannya demokrasi di negeri ini,” kata Badingah.

Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, mengatakan partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 di Gunungkidul meningkat dibandingkan pesta demokrasi pada 2014. Jika pemilu lima tahun lalu tingkat partisipasi 76,89%, tahun ini meningkat menjadi 82,96%. “Angka ini melebihi target karena di awal kami hanya menargetkan partisipasi sebanyak 80 persen,” kata Hani.

Menurut dia pesta demokrasi di Gunungkidul secara umum berjalan lancar, meski ada dua tempat pemungutan suara yang harus menggelar pemungutan ulang. Untuk saat ini KPU Gunungkidul tinggal menunggu rekapitulasi di tingkat Pusat. “Untuk tingkat kabupaten sudah ditetapkan hasil perolehan suara peserta pemilu. Namun untuk penetapan caleg terpilih masih harus menunggu pleno KPU Pusat dan selesainya masalah sengketa pemilu. Kalau tidak ada halangan, penetapan dilakukan pada 20 Juni 2019,” katanya.