Ratusan Sekolah di Gunungkidul Disetujui Direvitalisasi
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Ilustrasi. /Reuters-Tyrone Siu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ketua Kaukus Perempuan DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S, memastikan keterwakilan perempuan di kursi Dewan meningkat. Hal ini terlihat dari hasil rekapitulasi perhitungan suara di KPU Gunungkidul.
“Belum bisa mencapai 30 persen, tetapi secara jumlah ada peningkatan dan keterwakilannya mencapai 22,22 persen,” katanya saat ditemui Harian Jogja, Jumat (10/5/2019).
Ery menjelaskan di Pemilu 2014 hanya ada enam caleg perempuan yang terpilih. Untuk Pemilu 2019 jumlah perempuan yang terpilih bertambah menjadi 10 orang. Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menjadi partai yang paling banyak mengirimkan wakil dengan tiga orang perempuan, disusul PDI Perjuangan dan PKB masing-masing mengirimkan dua wakil perempuan. Sedangkan untuk Golkar, PAN dan Demokrat masing-masing meloloskan satu orang Dewan perempuan. “KPU belum menetapkan caleg terpilih, tapi berdasarkan perhitungan yang dilakukan peta kursi keterwakilan perempuan juga sudah terlihat,” kata politikus Partai Golkar ini.
Disinggung mengenai komposisi, caleg perempuan yang terpilih masih didominasi oleh muka-muka lama. Pasalnya, dari 10 caleg yang lolos, enam di antaranya merupakan petahana dan caleg yang pernah menduduki kursi DPRD. “Yang benar-benar baru ada empat orang. Untuk Ibu Endah Subekti K, pada saat pencalonan [Pemilu 2019] tidak menjadi anggota Dewan, tapi di Pemilu 2014 sempat terpilih dan mundur saat maju di Pilkada 2015,” tuturnya.
Ery menuturkan meski belum bisa mencapai kuota 30%, hasil Pemilu 2019 sudah sangat baik. Dia berharap kehadiran anggota Dewan perempuan bisa memberikan warna baru sehingga dapat secara maksimalkan dalam upaya aspirasi, khususnya memperjuangkan hak-hak perempuan. “Inginnya bisa mencapai 30 persen, toh di dalam pencalegan ada persyaratan ini. Tetapi berdasarkan pilihan dari masyarakat ternyata belum bisa terpenuhi,” ujarnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Anggota DPRD Gunungkidul dari Fraksi Handayani, Suhartini. Menurut dia, Dewan perempuan bisa memberikan suara khususnya untuk memperjuangkan hak-hak dari kaum perempuan.
Ia bersyukur hingga saat ini sudah banyak hak yang telah diakomodasi seperti perlindungan perempuan dari kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga . Namun demikian, pencapaian tersebut tak lantas membuat perjuangan menjadi berhenti karena masih banyak hak yang lain belum difasilitasi. “Memperjuangkan hak-hak perempuan tidak hanya menghilangkan diskriminasi. Namun tujuan utama dari perjuangan untuk memberikan jaminan dan perlindungan terhadap hak-hak yang dimiliki. Oleh karena itu sebagai anggota Dewan perempuan terpanggil untuk terus memperjuangkan sehingga tidak selalu menjadi objek diskriminasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.
Pertumbuhan anak perempuan yang lambat perlu dipantau. Kenali faktor penyebab perawakan pendek dan risiko gangguan kromosom.