Hotel di Kawasan Bandara Baru Diprediksi Tumbuh 10 Tahun Lagi

Bandara Internasional Yogyakarta - Harian Jogja/Desi Suryanto
12 Mei 2019 18:57 WIB Herlambang Jati Kusumo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bandara Internasional atau Yogyakarta International Airport (YIA) belum memacu pertumbuhan hotel di wilayah sekitar. Hotel di sekeliling bandara diprediksi akan banyak pada 10 tahun mendatang.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Istidjab Danunagoro mengungkapkan potensi pengembangan hotel di wilayah Kulonprogo mirip dengan pembangunan wilayah sekitar Bandara Soekarno-Hatta ketika awal beroperasi pada 1985. Saat itu belum ada yang mau menderikan hotel di sekitar bandara. Namun seiring berjalannya waktu, sekitar 20 tahun setelahnya, area sekitar bandara penuih hotel.

“Kulonprogo sudah ada satu sebenarnya yang meletakkan batu pertama pada Februari tahun lalu, tetapi belum lanjut sekarang. Sekitar 10 tahun lagi baru berkembang. Prospeknya bagus utamanya wisatawan mancanegara,” kata Istidjab, Minggu (12/5/2019).

Menurutnya, guna mendorong pertumbuhan itu, perlu penunjang infrastruktur lainnya. Selain itu setidaknya harus ada satu hotel terlebih dahulu. Istidjab juga mendorong pembangunan homestay untuk menunjang wisata.

Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal (DPPM) DIY Arief Hidayat mengatakan investor d ibidang hotel dan resto saat ini belum ada yang masuk. Investor yang berminat memanamkan modal di Kulonprogo adalah investir energi surya, kemudian tentang pengembangan konsep tata kota melalui pendekatan IT.

Selain itu juga, kawasan bandara YIA telah dikonsep menjadi aerocity dan aerotropolis untuk menjadi penunjang pengembangan kawasan sekitar bandara.

Aerocity akan mendukung langsung keberadaan bandara seperti keberadaan gudang, penginapan, wisma kru pesawat atau orang yang bekerja di bandara. Sementara, aerotropolis menyediakan tempat untuk berbagai jenis usaha yang dipicu keberadaan bandara bandara, seperti wisata, hotel, rumah makan.