Proyek Pembangunan Jalan Diupayakan Tak Ganggu Kelancaran Arus Mudik

Pengendara motor melintasi jalan ruas jalan Tugu Pensil-Cangakan yang tengah diperbaiki, Senin (13/5/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara.
14 Mei 2019 10:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, masih mencari solusi agar perbaikan jalan kabupaten di beberapa titik di Kulonprogo tidak menggangu kelancaran arus mudik maupun balik lebaran 2019.

Kepala DPUPKP Kulonprogo, Gusdi Hartono mengatakan sejak Maret 2019 pihaknya memperbaiki ruas jalan Tugu Pensil-Cangakan dan Simpang Empat Ngelo hingga Pasar Sentolo lama. Perbaikan ini dipastikan belum akan selesai hingga lebaran yang jatuh pada awal Juni mendatang.

Dia mengatakan perbaikan jalan itu menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp12 miliar. Pengerjaannya sejak ditargetkan selesai pada akhir 2019. "Kami akan coba mencari cara supaya masyarakat tetap bisa menggunakan jalan tersebut. Kalau tidak bisa untuk umum, minimal dimanfaatkan untuk warga sekitar," kata Gusdi, Senin (13/5/2019).

Meski bukan akses utama, kedua ruas jalan tersebut kata Gusdi sangat penting dan strategis karena menghubungkan jalan nasional, Yogyakarta-Purworejo, dan jalan Nagung-Bantul yang berstatus milik provinsi. Jika hari biasa banyak dilalui kendaraan, maka volumenya bakal bertambah saat momen mudik dan arus balik lebaran.

Gusdi mengatakan kerusakan ruas jalan Tugu Pensil, Kenteng-Cangakan terletak pada pondasinya. Sehingga DPUPKP memperbaiki dengan sistem cor benton. Jika hanya diaspal biasa dikhawatirkan cepat rusak.

DPUPKP juga sedang membangun jalan Pasar Sentolo lama hingga Simpang Empat Ngelo. Jalan senilai Rp5 miliar tersebut dinilai sangat strategis untuk akses masyarakat. Di samping itu juga merupakan jalan tambang. "Tapi saat lebaran nanti, tidak bisa dilalui secara optimal selesai penuh," kata Gusdi.

Salah satu warga Kecamatan Sentolo, yang kerap melewati jalan Tugu Pensil-Cangakan, Setyo bersyukur akhirnya kerusakan jalan tersebut mulai diperbaiki. Menurutnya setiap kali hujan, jalan tersebut kian parah. Banyak lubang di mana-mana. Sehingga kerap menyebabkan kecelakaan.

"Banyak lubang, kalau hujan kan jadi kesamar sama air hujan, sana itu juga langganan banjir, jadi genangan airnya. Kalau pas hujan terus lewat sama tidak hati-hati, bisa terperosok," ucapnya. Diharapkan perbaikan jalan tersebut bisa tuntas dan dapat digunakan sepenuhnya.