Gunung Merapi Punya Potensi Sumber Air Layak Minum tanpa Dimasak

Petani mengamati keindahan Gunung Merapi dari areal persawahan di Wukirsari, Sleman, Selasa (22/5/2018). - Harian Jogja/Desi Suryanto
14 Mei 2019 04:57 WIB Uli Febriarni Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Gunung Merapi di Kabupaten Sleman memiliki potensi wisata air sungai yang bisa dikonsumsi tanpa harus dimasak atau diolah terlebih dahulu (drinkable).

Peneliti Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada, Pramono Hadi menuturkan, hal itu terungkap lewat kajian awal dan serangkaian tes uji yang dilakukan oleh tim. Uji dilakukan terhadap air yang mengalir di sejumlah aliran sungai kawasan Gunung Merapi.

"Kami akan melakukan kajian lebih mendalam terkait ini dan kawasan sekitarnya," kata dia, baru-baru ini.

Ia menambahkan, penelitian itu juga akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan para pengelola wisata di kawasan tersebut dan pemerintah daerah.

Menurut dia, walaupun air sungai Merapi drinkable, namun ada sejumlah titik wilayah yang harus dijaga dari sumber cemar, misalnya sampah. Agar kualitas air tetap terjaga dan cakupan aliran air bersih menjadi lebih luas.

Pramono mengatakan, air drinkable di kawasan gunung Merapi bisa saja menjadi daya tarik wisata bagi para wisatawan yang berkunjung ke Merapi.

"Kami ingin juga merangkul pengelola wisata, salah satunya juga jip. Agar mereka bisa mengelola sampah dengan lebih baik, termasuk mengedukasi tamu agar tidak buang sampah sembarangan dan tetap menjaga kelestarian sekitar," tuturnya.

Pengelola Jip Kas 2 Kaliurang, Aldila Satriya Kusumandaru mengaku selama ini perilaku wisatawan dalam mengelola sampah tergolong beragam. Ada yang tertib namun masih ada yang sembarangan. Namun, pengelola sudah menyediakan tempat sampah atau sekadar plastik untuk mengumpulkan sampah di atas mobil jip. Selain itu, sejumlah tempat sampah sudah ditempatkan di beberapa titik di lokasi wisata.

"Setuju kalau ada wisata air yang bisa diminum tanpa dimasak, kalau perlu ada paket wisata yang menawarkan wisatawan ke sana [lokasi air] menggunakan jip," kata dia.

Selain itu, sebagai salah satu pengemudi jip, ia juga tidak berkeberatan untuk mengedukasi wisatawan dalam mengelola sampah mereka agar tidak dibuang sembarangan, untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan.

"Tapi kalau untuk jipnya sendiri agak sukar ya, karena jip itu kan masuk ke dalam beberapa titik air sungai di merapi. Mungkin oli atau kotoran lain jatuh ke air dan memengaruhi kualitas air," ucapnya.