Advertisement
BPJS Siap Tanggung Biaya Pengobatan Caleg Stres
Ilustrasi stres - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Wonosari, Gunungkidul, menanggung biaya pengobatan serta perawatan calon anggota legislatif (caleg) yang terindikasi stres akibat gagal dalam kontestasi Pemilu 2019.
Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Wonosari, Gunungkidul, Syarifatun Kurniaekawati, membenarkan jika jajarannya menyanggupi untuk menjamin biaya pengobatan caleg yang stres. Menurutnya, hal yang harus dipersiapkan bagi caleg yang stres adalah keaktifan kartu sebagai peserta BPJS. "Cek terlebih dahulu apakah kartu masih aktif atau tidak, jika sudah tidak aktif, cara mengaktifkannya dengan membayar iuran," ucapnya, Rabu (15/5/2019).
Advertisement
Lebih lanjut Syarifatun menyatakan alur proses pengobatan bagi caleg yang terindikasi stres hampir sama dengan pasien BPJS pada umumnya. Langkah pertama yaitu memeriksakan diri ke puskesmas atau dokter pribadi yang nantinya akan diberi rujukan dan diarahkan ke rumah sakit tertentu sesuai dengan diagnosis dari faskes maupun dokter pribadi. "Hal-hal yang menjadi tanggungan BPJS meliputi obat, biaya cek laboratorium dan hasil pengecekan laboratorium," katanya.
Psikiater RSUD Wonosari, Ida Rochmawati, menyebutkan hingga saat ini jajarannya belum menerima laporan pasien gangguan jiwa, terutama caleg yang gagal dalam kontestasi pemilu. Menurut Ida hingga saat ini masih banyak orang yang merasa malu untuk berkonsultasi kejiwaan dengan psikiater karena takut dianggap gila. "Ini yang perlu disampaikan jika berkonsultasi dengan psikiater belum tentu gila," kata dia.
Ia mengungkapkan stres yang dialami caleg muncul akibat ekspektasi terlalu tinggi dan tidak mampu meraihnya dan berujung pada kekecewaan. Meski begitu, masyarakat masih enggan untuk berkonsuktasi dengan psikiater, sehingga mereka memilih untuk berkomunikasi dengan tokoh agama. "Hal seperti itu boleh saja dilakukan tetapi alangkah baiknya jika menempuh jalur medis sehingga tahu penyebabnya secara klinis," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
GBK Dipadati Suporter Timnas Indonesia, Ribuan Polisi Disiagakan
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Wisatawan Bayar Dua Kali Lipat di Parangtritis, Ini Kata Dinpar Bantul
- Tol Baru dan Mudik Gratis Gerus Penumpang Terminal Wates Kulonprogo
- Armada Kebersihan Malioboro Tak Berhenti Berputar Selama Libur Lebaran
- ASN di DIY Diminta Tinggalkan Kendaraan Pribadi Ketimbang WFA
- Gerai KDMP di Gunungkidul Mencapai 20, Lahan Jadi Sorotan
Advertisement
Advertisement







