PPDB SMP: KKO Tetap Terima Siswa Difabel

Kepala Bidang Olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Jogja, Budi Santoso. - Harian Jogja/Uli Febriarni
17 Mei 2019 23:02 WIB Uli Febriarni Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP untuk Kelas Khusus Olahraga (KKO), akan tetap berupaya mengakomodasi pendaftar dengan difabel.

Kepala Bidang Olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Jogja Budi Santoso menuturkan calon siswa difabel akan tetap bisa diterima menjadi siswa KKO, sepanjang calon siswa tersebut memang memiliki prestasi yang membuatkan laik diterima menjadi siswa KKO di Kota Jogja.
"Pada tahun sebelumnya, ada lulusan KKO yang menjadi atlet catur dunia, dengan bentuk ketunaan low vision," kata dia, Jumat (17/5/2019).

Bahkan Dispora Kota Jogja siap mencari pelatih yang bisa optimal mengajar siswa difabel tersebut. Ia menuturkan di dalam juknis PPDB SMP KKO Kota Jogja tidak diatur secara eksplisit mengenai pendaftaran bagi calon siswa difabel.

"Namun kami tetap bisa mengakomodasi, seandainya ada calon siswa difabel yang berprestasi itu. Terutama bisa mendorong munculnya atlet baru di cabang olahraga khusus difabel," ucapnya.

Ia memaparkan di Kota Jogja, PPDB KKO dilangsungkan di SMPN 13 Jogja, calon siswa mendaftar langsung ke sekolah yang memiliki kuota 34 siswa itu. Pendaftaran sekaligus seleksi administrasi dilakukan pada 13 Mei hingga 29 Mei 2019. Calon siswa melengkapi berbagai berkas, beberapa di antaranya menunjukkan berkas asli dan salinan kartu keluarga, membawa salinan bukti prestasi di bidang olahraga atau surat keterangan Pengkot untuk cabang olahraga voli. Berkas lain yang harus dibawa dokumen asli dan salinan nomor USBN.

Budi mengungkapkan siswa yang tidak diterima lewat jalur KKO, bisa mendaftar PPDB ke sekolah-sekolah lainnya lewat jalur lainnya. Apabila sudah diterima, harapannya tetap bersekolah di kelas KKO.

"PPDB KKO ini diharapkan untuk mencari bakat unggul anak-anak yang akan menjadi tulang punggung atlet Kota Jogja. Kalaupun mereka pindah sekolah [non KKO di Kota Jogja], akan ada surat pernyataan kalau ketika mereka bertanding, mereka akan tetap membawa nama Kota Jogja [tidak menjadi atlet daerah lain]," tuturnya.