Sanggarbambu Rayakan Usia ke-60 lewat Ranggalawe Makar

Salah satu adegan pentas Ronggolawe Makar: Mantra Penabur Cinta yang dipentaskan Komunitas Sanggarbambu di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (18/5/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
19 Mei 2019 08:42 WIB Yogi Anugrah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Memperingati 60 tahun berkarya, komunitas seni Sanggarbambu menggelar pentas drama bertajuk Ronggolawe Makar: Mantra Penabur Cinta. Teater yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Joko Santosa tersebut digelar Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (18/5/2019).

Sebelum pentas dimulai, juga tampak pemberian secara simbolis novel Ronggolawe Makar dari penulis Joko Santosa kepada Ketua Komunitas Sanggar Bambu, Totok Buchori.

Uniknya, dari pentas yang digelar sekitar dua jam tersebut. Pasalnya pergelaran itu digarap oleh lima orang sutradara sekaligus dengan bagian masing-masing dan ditampilkan dalam satu set utuh yang menghibur ratusan orang yang hadir menonton pentas tersebut.

Kelima sutradara yang menggarap pentas tersebut adalah Jujuk Prabowo beserta Asisten Sutradara Ami Simatupang yang menggarap bagian zaman old; Luwi Darto menggarap zaman Now; Lita Pauh menggarap bagian monolog; serta Untung Basuki dan Fajar Suharno bagian narasi.

Tak hanya itu, naskah pentas itu digarap oleh dua tokoh sastra dan budaya DIY, yakni Aprianus Salam dan Indra Tranggono. “Ini merupakan kado istimewa bagi ulang tahun Sanggarbambu, sebuah pentas drama yang unik menandai 60 tahun Sanggarbambu berkarya,” kata Ketua Komunitas Sanggarbambu, Totok Buchori, kepada Harian Jogja, Sabtu (18/5).

Dia mengatakan ada sekitar 80 pemain yang berasal dari seluruh komunitas seni yang ada di Jogja turut andil dalam pementasan tersebut. “Pentas ini disengkuyung teman-teman komunitas lain dengan persiapan hampir tiga bulan. Karena terkendala waktu dan kesibukan, pola latihan dilaksanakan masing-masing, untuk selanjutnya dijahit dan digabungkan,” kata dia.

Ia berharap, di usia yang sudah lebih dari setengah abad, Sanggarbambu terus mampu memberikan kontribusi di dunia kesenian Indonesia, khususnya di Jogja. “Tidak hanya seni teater, namun juga seni-seni lainnya, karena Sanggarbambu merupakan komunitas seniman lintas genre, seperti sastra, seni rupa, maupun musik,” ucap dia.

Sekadar diketahui Ranggalawe Makar adalah novel sejarah karya Joko Santosa yang berkisah tentang perjalanan Ranggalawe sebagai salah satu pengikut Raden Wijaya yang berjasa besar dalam perjuangan mendirikan Kerajaan Majapahit, namun meninggal sebagai pemberontak pertama dalam sejarah kerajaan ini.

Meski begitu, nama besarnya dikenang sebagai pahlawan oleh masyarakat Tuban sampai saat ini. "Saya pastinya tidak menyangka novel saya dipentaskan. Jelas ini sangat membanggakan bagi saya. Novel saya dipentaskan oleh komunitas besar macam Sanggarbambu," kata Joko Santosa. (Yogi Anugrah)