Warga Antusias Tukar Uang Lebaran

Ilustrasi uang. - Bisnis/Rachman
21 Mei 2019 09:02 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Warga berbondong-bondong tukarkan uang di Mobil Layanan Keliling Bank Indonesia, Pasar Wates, Kecamatan Wates, Senin (20/5/2019). Sebagian warga bahkan tidak kebagian sepeser pun penukaran uang lantaran stok sudah habis.

Untuk Kulonprogo, Bank Indonesia memberikan jasa layanan penukaran uang hanya sekali di depan Pasar Wates. Mobil Layanan Kas Keliling Bank Indonesia tiba sekitar pukul 10.00 WIB. Warga yang datang langsung berdesakan, kemudian warga mengantre.

“Saya datang dari jam delapan. Saya sudah siapkan Rp5 juta tetapi yang bisa ditukar hanya Rp3,8 juta saja,” tutur warga Wates yang mengantre, Sulis Haryanti, kemarin. BI memberikan batasan uang yang bisa ditukar. Hanya 100 penukar saja yang bisa terlayani sesuai estimasi dari Bank Indonesia. Sisanya, sebagian warga hanya bisa menukar sedikit saja.

Salah satu warga Kecamatan Pengasih yang ikut menukar uang, Astuti, mengaku kecewa lantaran ia sudah menunggu-nunggu tibanya mobil layanan penukaran uang itu. Setelah ia dapat kabar, ia datang pagi.

“Saya datang pukul 9.00 WIB. Tapi sudah penuh. Saya siapkan Rp10 juta, tapi sudah kehabisan paket penukarannya. Jadinya yang bisa ditukar hanya Rp100.000, pecahan Rp1.000,” tuturnya. Dia menyiapkan uang Rp10 jutanya agar ditukarkan untuk keperluan tabungan sekolah. Selain itu, sebagian warga juga bertujuan menukar uang untuk keperluan bagi-bagi uang para saudara di lebaran nanti.

Kasir Bank Indonesia Yogyakarta, Ahmad Yusron Irsyadi, menuturkan pihaknya hanya membuat pelayanan penukaran uang dengan mobil keliling hanya sekali saja di Kulonprogo, yaitu di depan Pasar Wates.

Pihaknya menyiapkan uang senilai Rp380 juta dalam pemberian layanan penukaran uang di depan Pasar Wates. “Maksimal satu orang hanya bisa menukar sampai Rp3,8 juta. Estimasi kami [BI] satu kali pelayanan, itu sampai 100 penukar saja,” paparnya.

Ia menuturkan animo masyarakat sangat tinggi. Ke depannya, BI berencana memakai nomor antrean untuk menghindari kericuhan saat antre penukaran uang.