Pasar Beringharjo Bakal Bebas dari Uang Lusuh

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi memberikan selempang pada perwakilan agen bank yang akan bertugas menukarkan uang lusuh dengan yang baru di Pasar Beringharjo, Rabu (22/5/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
22 Mei 2019 15:27 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Untuk mengurangi jumlah uang lusuh yang beredar di masyarakat, Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja meresmikan Pasar Kawasan Bebas Uang Lusuh (Pak Kabul) di Pasar Beringharjo, Rabu (22/5/2019).

Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Siti Priyani, mengatakan program ini merupakan kerja sama BI dengan Pemkot Jogja dalam upaya menyediakan uang layak edar di masyarakat. "Kami harus memastikan masyarakat memperoleh uang dengan kondisi yang baik," kata dia.

Ia menjelaskan uang lusuh selain tidak enak dipegang juga yang lebih berbahaya adalah mengandung banyak kuman. Untuk jangka pendek dampak kuman pada uang memang belum terasa, tapi di kemudian hari bisa menimbulkan banyak penyakit.

Dalam program ini, BI merangkul dua bank lain, yakni Bank Mandiri dan BPR Bank Jogja yang akan menyebar agen di sejumlah titik di Pasar Beringharjo untuk menukarkan uang lusuh di masyarakat dengan uang baru dalam kondisi bersih.

Pasar dipilih sebagai tempat agen beroperasi karena menurutnya pasar merupakan sumber uang lusuh. Selain karena banyaknya transaksi, cara menyimpan uang yang sembarangan juga menjadi penyebab banyak uang lusuh berasal dari pasar.

Dengan banyaknya uang bersih yang beredar di pasar, ia berharap dapat turut meningkatkan daya tarik pasar bagi para pembeli. "Seperti di Beringharjo, fisiknya sudah bersih, uangnya juga bersih, pembeli semakin tertarik," kata dia.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan program Pak Kabul sangat penting agar uang di masyarakat selalu bersih. Sebab ia melihat di pasar masih banyak pedagang yang menyimpan uangnya asal dimasukkan ke dalam baju. "Terus kena keringat dan kumannya kemana-mana," katanya.

Ia melanjutkan Pasar Beringharjo merupakan pusat peredaran uang terbesar di Jogja. Karena itu ia berharap dari program Pak Kabul di Pasar Beringharjo ini bisa menjadi pelopor peredaran uang bersih. Menurutnya, pembeli yang diberi kembaloan uang bersih akan merasa senang dan harapannya akan lebih semangat unutk membeli lagi.