UMY Bekali Pelaku Wisata Bahasa Inggris

Tim pengabdian dosen PBI UMY, sejumlah mahasiswa UMY dan warga Pokoh berfoto seusai pelatihan bahasa Inggris untuk para pelaku wisata di dusun setempat, Rabu (22/5/2019). - ist/tim pengabdian dosen PBI UMY
22 Mei 2019 23:57 WIB Uli Febriarni Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Dosen Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UMY bekali pelaku wisata di Pokoh, Kecamatan Dlingo, Bantul, dengan keterampilan berbahasa Inggris. Mereka terdiri dari tiga dosen, yaitu Fitria Rahmawati, Mariska Intan Sari, dan Puthut Ardianto.

Mariska Intan Sari mengatakan pelatihan english for tourism diberikan sebanyak lima kali pertemuan, selama Maret-Mei 2019. Peserta terdiri dari penjaja warung makan, pemilik homestay serta pengelola tempat parkir. Pada pertemuan pertama ketiga dosen PBI UMY menyampaikan topik percakapan di tempat parkir (At the Parking Lot). Topik lainnya yang diberikan meliputi at the Homestay, at the foodstall, dan at the Waterfall.

Ia mengungkapkan salah satu daya tarik objek wisata yang terdapat di Kecamatan Dlingo dan ramai dikunjungi oleh wisatawan asing adalah Air Terjun Lepo. Masyarakat yang berada di lingkungan wisata menjadikan hal tersebut sebagai peluang bisnis dengan membuka warung, homestay, jasa parkir kendaraan dan lainnya.

"Meningkatnya kunjungan ke Lepo khususnya wisatawan asing membuat para pelaku wisata perlu memiliki kemampuan berbahasa Inggris," ujarnya, Rabu (22/5/2019).

Fitria Rahmawati menjelaskan bukan hanya melatih keterampilan berbahasa, tim dibantu dengan mahasiswa mengembangkan modul dan media promosi wisata berupa video yang didedikasikan untuk Dusun Pokoh. Hal itu dilakukan mengingat perkembangan teknologi informasi saat ini memudahkan semua orang tak terkecuali pelaku wisata di Air Terjun Lepo untuk mempromosikan objek wisata berupa video atau foto yang mudah viral di media sosial. Harapannya hal itu dapat menarik wisatawan ke Air Terjun Lepo.

“Program ini merupakan Program Pengembangan Desa Mitra tahun kedua. Kami berharap media promosi video ini dapat digunakan di sosial media dan mampu menarik wisatawan untuk datang ke Pokoh," tuturnya.

Sseorang peserta pelatihan, Tri mengakui banyak mendapat pengetahuan mengenai contoh percakapan serta latihan bagaimana ekspresi-ekspresi dalam bahasa Inggris yang dapat ia terapkan ketika menjumpai wisatawan mancanegara.

Kepala Dusun Pokoh, Giriyanto mengaku sangat berterima kasih dan terbantu dengan adanya pelatihan ini. Ia berharap program serupa akan terus ada sehingga pelaku wisata dapat dengan percaya diri memberikan pelayanan kepada wisatawan mancanegara dengan menggunakan bahasa Inggris.