Air Tinggal Menetes, Warga Tepus Endapkan Air Keruh untuk Mandi
Warga Padukuhan Duwet di Tepus mengandalkan air keruh dari Kali Wonosari akibat kemarau. Air harus diendapkan sebelum digunakan.
Ilustrasi Partai Nasdem/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—DPD Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Gunungkidul mematok kursi kepala daerah di Pilkada 2020. Hal ini tidak lepas dari torehan kursi yang diraih pada Pemilu 2019.
Ketua DPW Nasdem DIY, Subardi, mengatakan jajarannya mengapresiasi kerja keras kader, simpatisan maupun caleg yang bekerja maksimal sehingga mampu meraih sembilan kursi di Pemilu 2019. Menurut dia, Partai Nasdem sebagai pemenang karena raihan kursi naik signifikan, dari dua kursi di Pemilu 2014 menjadi sembilan kursi. "PDI Perjuangan boleh menjadi peraih suara terbanyak, tapi dari jumlah kursi mereka turun dari 11 menjadi 10 wakil saja di DPRD Gunungkidul. Untuk Nasdem, naik dari dua menjadi sembilan kursi," kata Subardi kepada wartawan, Rabu (22/5/2019).
Menurut dia, dengan capaian ini caleg Nasdem terpilih harus bisa mendapatkan kursi pimpinan dan alat kelengkapan di DPRD Gunungkidul. Selain itu, dengan raihan sembilan kursi ini juga optimistis untuk maju di pilkada tahun depan. "Setelah pemilu legislatif, sekarang kami mengincar kursi kepala daerah," kata Subardi.
Meski mengincar kursi nomor satu di Gunungkidul, Subardi belum mau membeberkan kandidat yang bakal diusung. Menurut dia, kunci calon yang diusung merupakan orang yang dikehendaki masyarakat. Selain itu di dalam seleksi Nasdem tidak asal comot karena ada mekanisme maupun kajian dan penelitian di lapangan secara empiris. "Jadi untuk saat ini ditanya calon, maka saya jawab dia adalah warga negara Indonesia yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap pemilu," katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua DPD Nasdem Gunungkidul, Suparjo. Menurut dia, target sudah ditetapkan agar partainya bisa meraih kursi kepala daerah di Pilkada 2020. Meski demikian, untuk calon masih harus ada seleksi sesuai dengan mekanisme kepartaian. "Yang jelas partai kami tidak mengenal mahar. Siapa yang dikehendaki rakyat, maka dia yang akan kami usung," katanya.
Di dalam pilkada, Nasdem menjadi salah satu partai yang bisa mengusung calon sendiri, Namun Suparjo membuka kesempatan kepada partai lain untuk berkoalisi. "Jangan mentang-mentang bisa mengusung sendiri langsung ngotot sendiri, ini namanya egois. Sebagai partai nasionalis, kami membuka peluang untuk koalisi dengan partai lain," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Duwet di Tepus mengandalkan air keruh dari Kali Wonosari akibat kemarau. Air harus diendapkan sebelum digunakan.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.