Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Pegawai sedang bersiap membuka stan Galeri UMKM Pemda DIY di Bandara YIA pada Senin (29/4/2019)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, KULONPROGO- Di awal beroperasinya Yogyakarta International Airport (YIA), baru ada sembilan UMKM saja dari Kulonprogo yang bisa dipasarkan. Namun, tiap UMKM harus bersaing agar bisa terus dipasarkan di bandara.
Salah satu pelaku UMKM yang produknya dipasarkan di YIA, Himawan Ardhi, mengatakan produk kaus dengan merek Sugriwa Subali yang ia pasarkan sudah mulai laku di bandara. "Pengelola galeri UMKM di bandara sudah meminta lagi stok baru," tuturnya pada Sabtu (25/5/2019).
Ia mengatakan, produknya mulai dipasarkan pada pertengahan April lalu sebelum beroperasinya YIA. Ia berharap, masuknya produk kaus yang ia produksi ke YIA, bisa menambah pemasukan dan memperluas pasar. "Semoga saja produk saya bisa lebih dikenal," ujar Ardhi.
Target ke depannya selain memenuhi kebutuhan stok galeri UMKM DIY di YIA, pihaknya harus menjaga kualitas produk agar bisa bertahan dipasarkan di bandara. Menurutnya, tiap enam bulan sekali ada evaluasi dari pengelola galeri UMKM DIY terkait dengan keberlangsungan produk UMKM yang dipasarkan.
Kepala Dinas Koperasi UMKM Kulonprogo, Sri Harmintarti,mengatakan saat ini produk UMKM yang dipasarkan di YIA bersifat temporer. "Nanti kalau setelah enam bulan pertama akan ada evaluasi, jika tidak bagus atau ada produk lain yang lebih bagus bukan tidak mungkin akan diganti," jelasnya.
Ia berujar, dengan kondisi temporer seperti itu tiap UMKM dipaksa harus bersaing. "Jadinya tidak bisa santai, harus kompetitif," ujar Harmin.
Di awal beroperasinya YIA, sembilan produk UMKM Kulonprogo berhasil masuk dan sudah dipasarkan. Sebelumnya, Dinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo sudah menyeleksi dan menentukan UMKM yang mempunyai kualitas terbaik untuk masuk ke bandara bertaraf internasional itu.
"Kami seleksi dan total ada sembilan produk yang masuk. Kami pisahkan antara produk makanan dan produk kerajinan," ujar Harmin.
Sembilan produk itu antara lain Kopi StarProg, Cokelat Wondis, gula semut, cabai kemasan, batik, t-shirt Sugriwa Subali, suvenir gamelan, tenun samiya, dan produk fesyen geblek renteng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga bahan bakar pesawat melonjak, AirAsia menaikkan tarif tiket baru 20%-25% atau lebih. Ini alasan tiket lama tak bisa dinaikkan.
Renault 8 Gordini Concept hadir sebagai coupe listrik 270 HP bergaya café racer. Ikon balap 1964 ini tidak diproduksi massal, simak detailnya.
Lansia belum punya akta kelahiran tetap bisa mengurus ke Disdukcapil. Gunakan SPTJM F-2.03 dan F-2.04 bila dokumen hilang.
Poktan Swa Katon Asri Wirobrajan menanam padi dalam ratusan galon bekas. DPRD Kota Jogja menilai inovasi ini layak direplikasi.
Sinopsis film Gak Ada Matinya, kisah Binsar yang berharap uang asuransi ayahnya menyelamatkan hidupnya, tetapi semuanya berubah.