Jadwal Penerbangan Ekstra di Bandara Internasional Yogyakarta Belum Jelas

Sejumlah pengunjung menikmati suasana lengangnya Yogyakarta Internasional Airport (YIA) di Kecamatan Temon, Kulonprogo, Minggu (26/5/2019). - Harian Jogja/Jalu Ragman Dewantara
26 Mei 2019 23:37 WIB Jalu Rahman Dewantara & Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Memasuki H-10 belum ada kepastian tentang jumlah pesawat dan maskapai yang bakal membuka ekstra fligh atau penerbangan tambahan di Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport.Mingga minggu (26/5/2019), pesawat yang hilir mudik di YIA masih dari maskapai Citilink.

Salah satu petugas Customer Service di YIA, Windy, mengungkapkan belum ada kabar pasti kapan penerbangan tambahan mulai diterapkan di YIA. Semula ada informasi bakal dilakukan mulai Jumat (24/5), tetapi  batal dan dikabarkan baru dimulai Rabu (29/5).

"Kami belum bisa memastikan, sampai saat ini yang pasti beroperasi Citilink dengan satu penerbangan," ujarnya saat ditemui Harian Jogja di layanan informasi YIA, Minggu (26/5).

Kendati belum ada kepastian jadwal penerbangan tambahan, para pekerja khususnya bagian opersional bandara telah diwanti-wanti untuk selalu siap. Meski demikian, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan. "Persiapan sama aja, tidak ada yang khusus kok," ucapnya.

Dengan hanya beroperasinya satu penerbangan di YIA yakni dari maskapai Citilink pada pukul 12.00 WIB sampai 13.00 WIB membuat bandara yang baru mulai opersional pada awal Mei ini masih lengang. Kondisi ini dimanfaatkan masyarakat umum untuk berekreasi di bandara.

Hal itu dibenarkan oleh Windy. Bahkan pada Minggu pagi, kawasan bandara terutama di luar terminal dipadati masyarakat. "Ramai banget seperti car freeday," ujar Windy.

Dari pantauan Harian Jogja di YIA pada Minggu pukul 10.00 WIB atau dua jam sebelum jadwal penerbangan Citilink, bandara lumayan sepi penumpang. Hanya ada beberapa petugas jaga dan masyarakat yang asyik berfoto.  Mereka tidak hanya dari kalangan muda, melainkan juga orang dewasa hingga lanjut usia. Bahkan ada yang memboyong keluarganya hanya untuk melihat kondisi bandara.

Salah satunya dilakoni oleh Suryono. Bersama kedua anaknya yang masih balita, warga Desa Kebonrejo, Kecamatan Temon ini mengaku datang ke YIA semata-mata untuk berwisata. "Ingin lihat saja, soalnya penasaran dan kebetulan masih sepi," ucapnya.

Sebagai warga yang tinggal berdekatan dengan YIA, Suryono, mengaku senang dengan kehadiran bandara ini. Sebab bisa berdampak pada peningkatan perekonomian warga. Namun begitu, ketika disinggung persiapan menghadapi perubahan tersebut, ia mengaku masih bingung. "Lihat nanti saja," ujarnya sembari tertawa.

 Harus Bersaing

Di awal beroperasinya YIA, baru ada sembilan UMKM dari Kulonprogo yang bisa masuk. Tiap UMKM mulai memperoleh hasil. Namun mereka harus bersaing agar bisa terus beroperasi di bandara.

Salah satu pelaku UMKM yang produknya dipasarkan di Bandara YIA, Himawan Ardhi, mengatakan produk kaos dengan nama brand Sugriwa Subali yang ia pasarkan sudah mulai laku di bandara. "Pengelola galeri UMKM di bandara meminta tambahan stok baru," tuturnya, Sabtu (25/5).

Ia mengatakan, produknya mulai dipasarkan pada pertengahan April lalu sebelum beroperasinya YIA. Ia berharap, dengan bisa masuknya produk kaos yang ia produksi ke Bandara YIA, bisa menambah pemasukan dan jangkauan pasar. "Semoga saja produk saya bisa lebih dikenal," ujar Ardhi.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Kulonprogo, Sri Harmintarti, mengatakan saat ini produk UMKM yang dipasarkan di Bandara YIA bersifat temporer. "Nanti kalau setelah enam bulan pertama akan ada evaluasi, jika tidak bagus atau ada produk lain yang lebih bagus bukan tidak mungkin akan diganti," katanya. Ia berujar, dengan kondisi temporer seperti itu tiap UMKM dipaksa harus bersaing. "Jadinya tidak bisa leha-leha, harus kompetitif," ujar Harmin.